Kerugian yang dialami koperasi di Sumatera Utara akibat banjir ternyata tak main-main. Angkanya mencapai Rp 37,72 miliar. Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.
Ferry menyampaikan fakta itu dalam Rapat Koordinasi Percepatan Intervensi Transisi Pemulihan Pasca Bencana Sumatera, Jumat lalu. Rapat digelar di kantor Kementerian Koordinator PMK, Jakarta.
“Kemudian ada 9 koperasi yang menjadi mitra LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) yang terdampak bencana dengan total kerugian Rp 20,66 miliar,” ungkapnya dalam keterangan terpisah pada Minggu (3/1).
Rinciannya, lima koperasi berada di Aceh dan empat lainnya di Sumut.
Di sisi lain, Ferry menegaskan komitmennya. Koperasi di seluruh Indonesia akan terus diandalkan untuk pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana di Sumatera. Wujudnya melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatera.
Nah, untuk meringankan beban, Kemenkop punya langkah konkret. Melalui LPDB, mereka akan menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan bagi koperasi terdampak. Ini tentu kabar baik. Pemantauan menyeluruh juga akan dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan efektif meringankan.
“LPDB telah melakukan upaya restrukturisasi pembiayaan melalui grace periode dan perpanjangan tenor hingga 60 bulan. Ke depan akan dilakukan monitoring guna menjaga keberlanjutan kegiatan usahanya,” tambah Ferry.
Artikel Terkait
MEJA Siapkan Rp 1,6 Triliun untuk Rebut 45% Saham Tambang Batu Bara di Banyuasin
Minyak Melimpah, Utang Menumpuk: Venezuela Terjepit di Tengah Sanksi dan Perebutan Citgo
Airlangga Waspadai Dampak Ketegangan AS-Venezuela ke Perekonomian Indonesia
Prabowo Gelar Rapat Dadakan, Menteri Ekonomi Berdatangan ke Istana