Sebenarnya, tekanan AS sudah dimulai lebih dulu. Pemerintahan Trump sebelumnya telah memberlakukan blokade ketat terhadap kapal-kapal tanker minyak Venezuela. Alasannya, kata mereka, adalah perang melawan narkoba yang diduga dibawa dari Venezuela ke AS. Serangan-serangan awal ke kapal yang dicurigai itu sendiri disebut telah menelan ratusan korban jiwa.
“Terjadi ledakan besar di area dermaga tempat mereka memuat kapal-kapal dengan narkoba,” ujar Trump kepada awak media pada Senin lalu, mengulangi pernyataannya dari pekan sebelumnya.
Blokade ini jelas ditujukan untuk melumpuhkan ekspor minyak, nadi perekonomian Venezuela. Dan dampaknya langsung terasa. Perusahaan minyak negara, PDVSA, mulai kelimpungan. Penyimpanan mereka penuh, sementara minyak tak bisa dikirim keluar.
Akibatnya, langkah drastis pun diambil. Menurut sumber dalam, sejak 28 Desember, PDVSA mulai menutup sumur-sumur minyak di Sabuk Orinoco cadangan terbesar di dunia. Rencananya, produksi di sana bakal dipangkas setidaknya 25 persen, turun ke level 500.000 barel per hari. Angka ini berarti penurunan 15 persen dari total produksi nasional Venezuela yang sekitar 1,1 juta barel.
Menonaktifkan sumur minyak bukanlah keputusan sederhana. Biaya untuk menghidupkannya kembali sangat mahal dan penuh tantangan teknis. Ini adalah sinyal darurat, upaya terakhir sebuah negara yang terkepung. Keputusan ini tentu jadi pukulan berat bagi Maduro, yang selama blokade berusaha mati-matian mempertahankan ekspor minyaknya.
China, sebagai pembeli utama minyak Venezuela, pasti memperhatikan perkembangan ini. Sanksi AS yang telah berlangsung sejak 2019, ditambah blokade militer yang diperintahkan Trump bulan ini dengan dalih memerangi kartel narkoba, akhirnya memuncak dalam operasi militer langsung yang mengubah peta politik Venezuela dalam satu malam.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Melonjak Rp 27 Ribu per Gram di Awal Pekan
IHSG Dibuka Hijau, Sentimen Positif Lanjutkan Tren dari Pekan Lalu
Gejolak Venezuela Tak Mampu Tahan Laju Penurunan Harga Minyak
Geoprima Solusi Pacu Dana Segar Usai Masuknya Pengendali Baru