Berdasarkan data terbaru per November 2025, pemegang saham pengendali utamanya adalah PT Dafam sendiri, dengan kepemilikan mencapai 53,4% dari total saham yang beredar. Posisi kedua dipegang oleh seorang individu, Billy Dahlan, yang menguasai sekitar 9,7%.
Pemegang saham mayoritas lainnya adalah Edy Selamat dan Reksa Dana Narada. Masing-masing memegang porsi 6,7% dan 7,1%. Sisa sahamnya, sekitar 23,1%, berada di tangan publik.
Kalau ditelusuri lagi, penerima manfaat akhir atau pemilik perusahaan ini adalah Ferdinandus Soleh Dahlan. Dia saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama di perseroan.
Performa saham DFAM di pasar patut dicatat. Di perdagangan Jumat, 2 Januari 2026 kemarin, sahamnya ditutup melonjak 17,35% ke level Rp115. Kenaikan ini membuatnya masuk dalam daftar top gainers di pembukaan perdagangan tahun baru. Secara tahunan, perjalanan saham DFAM sepanjang 2025 juga impresif. Harganya naik hampir dua kali lipat, dari level Rp50 di awal tahun menjadi Rp98 di penutupan akhir tahun.
Jadi, begitulah profil singkat DFAM. Dari menginap di hotel sampai beli rumah, ternyata bisnisnya menyentuh banyak sisi kehidupan.
Artikel Terkait
Prabowo dan Trump Siap Teken Kesepakatan Dagang Akhir Januari
Libur Panjang Nataru, Konsumsi Bensin Hanya Naik Tipis: Tanda Pergeseran Pola Mobilitas?
MEJA Siapkan Rp 1,6 Triliun untuk Rebut 45% Saham Tambang Batu Bara di Banyuasin
Minyak Melimpah, Utang Menumpuk: Venezuela Terjepit di Tengah Sanksi dan Perebutan Citgo