Bencana banjir dan longsor di Sumatera memang memutus banyak akses. Nah, sebagai respons, Bank Mandiri baru-baru ini berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan. Mereka membangun lima jembatan bailey untuk menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang terisolasi itu.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan langkah ini adalah dukungan nyata mereka sebagai mitra pemerintah. Tujuannya jelas: mempercepat penanganan dampak bencana agar roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat bisa kembali berdenyut.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana,” ujar Riduan.
“Jembatan bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya dalam keterangan resmi Sabtu lalu (3/1/2025).
Memang, jembatan jenis ini dikenal adaptif. Mudah dipasang, bahkan bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan di lapangan. Ia diharapkan jadi solusi sementara yang efektif, sebelum nantinya dibangun infrastruktur permanen.
Menurut Riduan, kolaborasi lintas sektor semacam ini penting. Harapannya, jembatan itu bisa jadi penghubung vital. Bukan cuma untuk mobilitas warga sehari-hari, tapi juga untuk distribusi bantuan dan akses layanan publik yang lebih lancar. Dengan begitu, pemulihan daerah terdampak bisa berjalan lebih optimal.
Inisiatif pembangunan jembatan sebenarnya hanya satu bagian dari aksi besar mereka. Sejak akhir November hingga pertengahan Desember tahun lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan yang jumlahnya tidak sedikit lebih dari 288 ribu paket ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Isinya beragam. Mulai dari sembako, obat-obatan, keperluan ibu dan balita, sampai selimut, genset, hingga kasur lipat. Semua dikirim sebagai bagian dari respons kemanusiaan yang berkelanjutan.
“Konsistensi ini menegaskan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang terus hadir, bergerak cepat, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat,” tegas Riduan.
Upaya mereka ternyata sudah dimulai sejak awal tahun. Bank Mandiri terlibat aktif mendukung pembangunan 600 unit Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Tak hanya itu, mereka juga mengirimkan gelombang relawan baru.
Sebanyak 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana batch kedua dikerahkan ke lapangan. Mereka berasal dari berbagai unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk tim MERU dari Mandiri Club. Tugasnya adalah menggantikan relawan tahap awal yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Gayo Lues.
Di lokasi bencana, peran relawan ini cukup kompleks. Mereka tak cuma mendistribusikan logistik. Tapi juga mengurus operasional posko tanggap bencana mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, sampai pendampingan pendidikan dan trauma healing bagi warga yang terdampak.
Artikel Terkait
Trump Naikkan Tarif Global AS Jadi 15% Usai Putusan MA
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India
Harga Emas Melonjak Didorong Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Trump
OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Praktik Goreng Saham Berevolusi