Inisiatif pembangunan jembatan sebenarnya hanya satu bagian dari aksi besar mereka. Sejak akhir November hingga pertengahan Desember tahun lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan yang jumlahnya tidak sedikit lebih dari 288 ribu paket ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Isinya beragam. Mulai dari sembako, obat-obatan, keperluan ibu dan balita, sampai selimut, genset, hingga kasur lipat. Semua dikirim sebagai bagian dari respons kemanusiaan yang berkelanjutan.
“Konsistensi ini menegaskan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang terus hadir, bergerak cepat, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat,” tegas Riduan.
Upaya mereka ternyata sudah dimulai sejak awal tahun. Bank Mandiri terlibat aktif mendukung pembangunan 600 unit Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Tak hanya itu, mereka juga mengirimkan gelombang relawan baru.
Sebanyak 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana batch kedua dikerahkan ke lapangan. Mereka berasal dari berbagai unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk tim MERU dari Mandiri Club. Tugasnya adalah menggantikan relawan tahap awal yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Gayo Lues.
Di lokasi bencana, peran relawan ini cukup kompleks. Mereka tak cuma mendistribusikan logistik. Tapi juga mengurus operasional posko tanggap bencana mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, sampai pendampingan pendidikan dan trauma healing bagi warga yang terdampak.
Artikel Terkait
BEI Hentikan Perdagangan Saham NSSS Usai Harga Meroket 80 Persen
Data Kontap Bermasalah, Aktivasi Coretax Tersendat
Modal Asing Rp 2,43 Triliun Serbu Indonesia di Akhir 2025
MPXL Melonjak 11%, Manajemen Pacu Strategi Baru di Awal 2026