Hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2026 langsung diwarnai aksi serius investor asing. Mereka tak ragu-ragu, langsung "tancap gas" memburu sejumlah saham pilihan di sesi Jumat (2/1) kemarin. Aksi beli mereka terpusat pada emiten tambang milik konglomerat besar dan juga saham-saham di sektor perkapalan.
IHSG sendiri ditutup menguat 1,17% ke level 8.748,13. Posisi ini sudah mendekati lagi rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat dicapai Desember lalu. Nah, terkait aksi asing, catatannya cukup signifikan: net buy di pasar reguler mencapai Rp1,14 triliun hanya dalam sehari. Kalau dilihat dari pergerakan sepekan, angkanya bahkan lebih besar, yaitu Rp1,28 triliun.
Lalu, saham apa saja yang diborong? Yang paling mencolok adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Saham batubara dari kolaborasi Grup Bakrie dan Salim ini dibeli bersih asing senilai Rp889,34 miliar. Imbasnya, harganya melonjak 14,75% ke Rp420 per saham level tertinggi sejak tujuh tahun silam, tepatnya Mei 2017.
Masih dari lingkaran yang sama, saham tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga masuk dalam daftar incaran. Net buy asing di BRMS tercatat Rp252,49 miliar, dengan harga saham ikut terdongkrak 7,27%.
Tak ketinggalan, ada juga PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten lain dari Grup Bakrie. Nilai net buy-nya Rp204,07 miliar. Sahamnya sendiri meroket 11,94% ke Rp750, bahkan sempat menyentuh rekor baru sepanjang masa di angka Rp760 di tengah sesi. Level ini memecahkan rekor intraday sebelumnya yang baru saja tercipta akhir Desember 2025.
Di sisi lain, sektor perkapalan juga jadi sasaran empuk. PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) catat net buy Rp99,60 miliar dengan lonjakan harga hampir 25%. Rekan sektornya, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), juga dibeli asing senilai Rp58,72 miliar dan harganya naik lebih dari 20%.
Meski dominasi komoditas kuat, aksi beli ternyata tidak melulu ke sana. Beberapa saham non-komoditas juga kebagian. Misalnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dibeli bersih Rp51,08 miliar dan naik 7,81%. Lalu ada pula emiten nikel PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan net buy Rp49,66 miliar dan kenaikan harga 8,77%.
Perlu diingat, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan investor. Data dan tren ini bisa jadi bahan pertimbangan, tapi risiko tetaplah melekat di setiap transaksi di pasar modal.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 0,33% ke 8.357, Energi dan Bahan Baku Jadi Penggerak
Harga Emas Antam Naik Rp4.000 ke Rp2,916 Juta per Gram
BEI Pindahkan Saham Matahari Putra Prima ke Papan Khusus Usai Ekuitas Negatif
Matahari Putra Prima Gelontorkan Rp780 Miliar untuk Ekspansi Gerai di Jawa