Di tengah pesta Tahun Baru di Mar-a-Lago, Florida, Donald Trump justru mengumumkan keputusan yang cukup mengejutkan. Presiden AS itu memutuskan untuk menunda kenaikan tarif impor untuk sejumlah produk furnitur. Kebijakan yang semula akan berlaku mulai 1 Januari ini, akhirnya ditangguhkan hingga tahun 2027.
Lembar fakta dari Gedung Putih yang dirilis Rabu malam (31/12) waktu setempat mengonfirmasi penundaan ini. Produk yang terkena dampak antara lain furnitur berlapis kain, lemari dapur, dan meja rias. Alasan di baliknya? Tekanan dari pemilih yang masih mengeluhkan harga barang yang terlampau tinggi.
Sebenarnya, rencananya sudah matang. Berdasarkan pemberitahuan September lalu, tarif untuk furnitur kayu berlapis akan naik dari 25% menjadi 30%. Sementara itu, lemari dapur dan kabinet kamar mandi bakal ditarif hingga 50%. Namun, pemberitahuan terbaru membatalkan jadwal itu. Untuk sementara, tarif akan bertahan di angka 25%.
Gedung Putih memberi sinyal bahwa negosiasi dengan mitra dagang masih berjalan. Mereka menyebut adanya pembicaraan konstruktif soal prinsip timbal balik dan isu keamanan nasional, khususnya untuk impor produk kayu.
Ini mengindikasikan bahwa kesepakatan baru masih mungkin terjadi, yang bisa mengubah lagi peta kebijakan tarif ke depannya.
Artikel Terkait
Pasar 2026 Dibuka dengan Drama: Transportasi Melaju, Saham-Saham Ini Terguncang
BYD Geser Tesla dari Takhta Raja Mobil Listrik Dunia
Gejolak Global Tak Kuasa Dongkrak Harga Minyak yang Terjebak Pasokan Melimpah
Kriti by Lusy: Menjemput Wastra Tradisional ke Panggung Dunia