Perdagangan saham di awal tahun 2026 dibuka dengan semangat yang cukup menggembirakan, terutama untuk emiten-emiten dalam lingkup Grup Bakrie. Tren penguatan yang sudah berlangsung sejak tahun lalu ternyata masih berlanjut, didorong oleh sentimen aksi korporasi dan berbagai rencana ekspansi ke depan.
Pada Jumat (2/1) kemarin, salah satu yang mencuri perhatian adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Saham kontraktor tambang ini benar-benar melesat, naik hampir 12 persen ke level Rp750 per unit. Bahkan, di tengah sesi perdagangan, harganya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di angka Rp760. Ini melampaui rekor intraday sebelumnya yang baru saja dicetak akhir Desember lalu.
Pencapaian ini tentu bukan tanpa sebab. Menurut keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, DEWA baru saja mengantongi suntikan dana segar yang cukup besar. Mereka mendapat kredit sindikasi senilai total Rp5 triliun dari dua bank besar, yaitu BCA dan Bank Mandiri, tepat di penghujung tahun 2025.
Dana sebesar itu rencananya akan dipakai untuk dua hal utama: investasi dan modal kerja. Untuk kredit investasi senilai Rp3,39 triliun, sebagian akan dipakai untuk membiayai kembali pinjaman yang sudah ada. Sebagian lagi dialokasikan untuk pembelian alat berat dan mesin-mesin baru. Sementara kredit modal kerja sebesar Rp1,61 triliun akan mendukung likuiditas operasional perusahaan.
Manajemen Darma Henwa mengakui, pinjaman ini memang akan menambah kewajiban. Namun di sisi lain, dampak positifnya terhadap likuiditas dan pendanaan operasional diharapkan bisa mendongkrak kinerja keuangan mereka ke depannya.
Artikel Terkait
Investor Asing Borong Saham Tambang dan Kapal di Hari Pertama BEI 2026
Trump Tunda Kenaikan Tarif Furnitur, Tekanan Harga Pengaruhi Kebijakan
Emas Tembus USD 4.400, Perak dan Platinum Melaju Lebih Ganas di Awal 2026
Harga Emas Antam Anjlok Rp 16.000, Pajak Pembelian Diringankan