Dua kelompok lobi bisnis terkemuka di Jepang akhirnya angkat bicara. Mereka mendesak pemerintah agar segera bertindak menangani pelemahan yen yang terus berlanjut. Soalnya, kondisi ini dinilai sudah mulai membebani banyak pihak, dari rumah tangga biasa hingga pelaku usaha.
Desakan itu disuarakan langsung oleh para pimpinannya dalam beberapa wawancara dengan media lokal. Tekanan pada yen, yang sempat dianggap menguntungkan eksportir, kini menunjukkan sisi lain yang lebih suram.
Yoshinobu Tsutsui, Ketua Keidanren kelompok lobi terbesar di sana mengakui bahwa yen lemah memang bisa mendongkrak keuntungan perusahaan pengekspor. Tapi dia punya pandangan yang lebih jauh ke depan.
Artinya, keuntungan jangka pendek bagi segelintir perusahaan mungkin tak sebanding dengan risiko yang ditanggung perekonomian secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan