Dua kelompok lobi bisnis terkemuka di Jepang akhirnya angkat bicara. Mereka mendesak pemerintah agar segera bertindak menangani pelemahan yen yang terus berlanjut. Soalnya, kondisi ini dinilai sudah mulai membebani banyak pihak, dari rumah tangga biasa hingga pelaku usaha.
Desakan itu disuarakan langsung oleh para pimpinannya dalam beberapa wawancara dengan media lokal. Tekanan pada yen, yang sempat dianggap menguntungkan eksportir, kini menunjukkan sisi lain yang lebih suram.
Yoshinobu Tsutsui, Ketua Keidanren kelompok lobi terbesar di sana mengakui bahwa yen lemah memang bisa mendongkrak keuntungan perusahaan pengekspor. Tapi dia punya pandangan yang lebih jauh ke depan.
Artinya, keuntungan jangka pendek bagi segelintir perusahaan mungkin tak sebanding dengan risiko yang ditanggung perekonomian secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Pasang Target IHSG Tembus 10.000 di 2026
Emas Diproyeksi Tembus USD 5.400, Bank-Bank Besar Kompak Optimistis
IHSG Diproyeksi Melaju ke 8.725, Sentimen Awal Tahun 2026 Dibawa Data Ekonomi
Wall Street Tutup Tahun dengan Catatan Merah, Meski 2025 Tetap Cetak Kenaikan Fantastis