Harga minyak sawit mentah atau CPO akhirnya bangkit lagi. Setelah sempat terjun bebas ke level sekitar 4.030 ringgit Malaysia, pada Selasa (30/12/2025) harganya berhasil rebound. Tampaknya, aksi berburu harga murah oleh para pelaku pasar jadi pendorong utamanya.
Nah, kalau lihat data pasar pukul 15.00 WIB tadi, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives sudah naik 0,54 persen ke posisi 4.071 ringgit. Lumayan juga kenaikannya.
Sentimen pasar ikut membaik berkat penguatan harga minyak nabati di bursa-bursa lain, seperti Dalian dan Chicago. Hal ini secara tidak langsung memberi napas segar bagi pasar minyak biji-bijian secara umum.
Menurut Paramalingam Supramaniam dari Pelindung Bestari, ada faktor lain di balik kenaikan ini. Produksi Desember diperkirakan akan lebih rendah, lho. Ini menyusul prakiraan cuaca yang kurang bersahabat.
"Kami juga melihat adanya aktivitas penutupan posisi jual (short covering) hari ini menjelang libur akhir tahun," ujar Supramaniam, seperti dikutip Reuters.
Namun begitu, dia juga menyisipkan catatan hati-hati. Ruang untuk kenaikan harga masih terbatas. Penyebabnya? Permintaan yang melemah, ringgit Malaysia yang menguat, plus rekor panen kedelai dari Amerika Selatan. Kombinasi itu bisa jadi penghalang serius.
Artikel Terkait
DPR Dorong Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga untuk Tekan Ketergantungan Impor Energi
Pemerintah Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rata-Rata 25% Mulai 2026
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,857 Juta per Gram, PPN Dihapus
IHSG Anjlok Hampir 1%, Ditekan Saham Konglomerasi dan Bank Besar