Menurut Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, keputusan untuk kembali turun didasari oleh fakta di lapangan yang masih memprihatinkan.
“Setelah sebulan, perjuangan mereka belum usai. Kami hadir untuk meringankan beban, sekaligus menyemangati agar mereka bisa bangkit kembali,” ujarnya.
Nyatanya, pemulihan pascabencana tidak berhenti saat air surut. Dampaknya berlarut-larut, terutama bagi masyarakat kecil yang sumber dayanya terbatas. Di tengah proses panjang itu, kehadiran dan perhatian yang berkesinambungan seperti yang coba diberikan para relawan bisa menjadi penopang harapan. Sebuah pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam upaya mengembalikan denyut kehidupan.
Artikel Terkait
Wall Street Dibayangi Ketegangan Iran, Minyak Melonjak di Atas $115
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Rusun Bantaran Rel Senen Mei 2026
Laba Bersih ICBP Melonjak 30% Jadi Rp9,2 Triliun di Tengah Tekanan Biaya
Stok Beras Bulog Tembus Rekor 4,3 Juta Ton, Inflasi Berhasil Dikendalikan