Wall Street Terseret Jual, Indeks Utama Merah di Awal Pekan

- Selasa, 30 Desember 2025 | 06:06 WIB
Wall Street Terseret Jual, Indeks Utama Merah di Awal Pekan

Wall Street tutup melemah di awal pekan ini. Aksi jual yang meluas menyeret ketiga indeks utama ke zona merah, Senin (29/12) kemarin. Meski begitu, pelemahan itu sedikit teredam oleh sentimen positif di sektor-sektor defensif yang sebelumnya kurang bergerak.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 249,04 poin, atau setara 0,51 persen, ke level 48.461,93. Sementara itu, S&P 500 turun 0,35 persen ke 6.905,75. Nasdaq Composite pun tak luput, melemah 118,75 poin (0,50 persen) menjadi 23.474,35.

Rob Haworth dari U.S. Bank Wealth Management melihat ini sebagai pembalikan sementara. "Dalam perdagangan dengan volume rendah, kita melihat pembalikan dari apa yang kita lihat selama beberapa hari terakhir," katanya.

"Pasar yang lebih luas melihat kekuatan minggu lalu dan mengalami penurunan menjelang akhir tahun," imbuhnya.

Di sisi lain, pasar obligasi menunjukkan pergerakan berbeda. Imbal hasil surat utang pemerintah AS justru mengalami penurunan. Nilai tukar dolar AS sendiri menguat tipis dari posisi terendahnya dalam hampir tiga bulan, mencerminkan spekulasi baru soal arah suku bunga Fed tahun depan.

Pasar Cermati Pertemuan AS-Ukraina

Perhatian pelaku pasar juga teralih ke perkembangan geopolitik. Negosiasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menjadi sorotan. Trump menyebut kedua pihak semakin 'dekat' dengan kesepakatan damai yang bisa mengakhiri perang dengan Rusia.

Namun begitu, optimisme itu langsung meredup. Rusia menuding Ukraina berusaha menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin insiden yang dikhawatirkan bakal menghambat proses perundingan yang sudah alot itu.

Menariknya, meski ada pelemahan hari ini, saham AS secara keseluruhan masih berada di jalur yang solid. Dengan hanya tersisa tiga sesi perdagangan lagi, pasar global berpeluang menutup tahun 2025 di dekat level tertinggi sepanjang masa. Kinerja ini cukup mencengangkan, mengingat tahun ini diwarnai gejolak perang tarif, kebijakan bank sentral yang ketat, dan ketegangan geopolitik yang makin panas.

"Ketika kita memulai tahun ini, kita melihat tarif diterapkan dan pertanyaannya adalah 'akankah pasar bertahan?'" ujar Haworth. "Jawabannya adalah ya."

Pergerakan di kawasan Asia-Pasifik beragam. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,32 persen, sementara Nikkei Jepang justru turun 0,44 persen. Yen Jepang menguat setelah risalah rapat BOJ dirilis, meski pasar tetap waspada akan potensi intervensi dari bank sentral tersebut.

Di pasar valas, indeks dolar nyaris stagnan di level 98,03. Euro sedikit melemah terhadap dolar, sementara dolar AS sendiri melemah 0,31 persen terhadap yen.

Aset kripto juga ikut beringsut turun. Bitcoin terkoreksi 0,42 persen ke level USD 87.177,85. Ethereum pun tak jauh beda, turun 0,21 persen ke posisi USD 2.928,82.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar