Gerakan ini cukup menarik, mengingat pergerakan Bitcoin sebelumnya cenderung datar dan kurang merespon euforia di pasar saham AS. Padahal, indeks S&P 500 sempat mencetak rekor baru jelang Natal.
Di sisi lain, kita harus akui bahwa pasar kripto memang sedang berjuang bangkit. Tekanan yang dimulai sejak Oktober lalu masih terasa, terutama setelah likuidasi besar-besaran posisi leverage yang nilainya mencapai USD 19 miliar. Itu bukan angka main-main.
Namun begitu, ada sinyal optimis yang muncul. Data dari CryptoQuant menunjukkan funding rate Bitcoin sebuah indikator sentimen pasar berada di level tertinggi sejak pertengahan Oktober. Artinya, minat untuk bertaruh pada kenaikan harga Bitcoin kembali menguat.
Meski demikian, jangan terlalu euforia dulu. Minat di pasar futures memang belum sepenuhnya pulih. Meski Bitcoin sudah bangkit dari titik terendahnya, posisinya masih jauh di bawah puncak gemilang USD 126.251 yang dicatat pada 6 Oktober lalu. Jalan untuk pemulihan total tampaknya masih panjang.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp75 Ribu per Gram, Buyback Melonjak Rp110 Ribu
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Saham Jadi 15 Persen
KPIG Catat Pendapatan Rp2,6 Triliun di 2025, Didorong Lido City dan Sektor Perhotelan
Harga Minyak Dunia Melemah Didorong Rumor Perdamaian di Timur Tengah