Zulhas Siapkan Cadangan Pangan 2026, Jagung Melonjak 230 Persen

- Senin, 29 Desember 2025 | 17:18 WIB
Zulhas Siapkan Cadangan Pangan 2026, Jagung Melonjak 230 Persen

Di kantornya, Senin (29/12), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas baru saja memimpin rapat terbatas. Agenda utamanya? Menetapkan target Cadangan Pangan Pemerintah untuk tahun 2026. Langkah ini diambil jauh-jauh hari bukan tanpa alasan.

Menurut Zulhas, tahun depan produksi pangan terutama beras diprediksi bakal melimpah. Panen raya yang biasanya terjadi pada Maret, tahun depan diperkirakan maju ke Februari 2025. Nah, dengan mematok target CPP 2026 sekarang, pemerintah punya waktu lebih panjang untuk menyiapkan strategi penyerapan dan penyimpanan. Tujuannya jelas: agar harga komoditas tidak anjlok saat panen tiba.

“Cadangan Beras Pemerintah dari 3 juta (ton) kita naikkan jadi 4 juta (ton) agar lebih mudah, nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya,”

ujar Zulhas.

Kenaikannya signifikan, sekitar 33 persen dari target tahun 2025. Tapi yang lebih fantastis justru cadangan untuk jagung. Angkanya melonjak drastis dari 300 ribu ton di 2025 menjadi 1 juta ton di 2026. Kenaikannya mencapai lebih dari 230 persen.

Di sisi lain, rapat itu juga membahas kebijakan impor daging dan sapi hidup. Zulhas menjelaskan, pemerintah berusaha mencari titik seimbang. Di satu sisi, peternak dalam negeri perlu diberdayakan. Caranya? Dengan mempermudah impor sapi hidup. Logikanya, sapi yang diimpor hidup-hidup ini akan melalui proses penggemukan di dalam negeri, yang otomatis menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal, termasuk usaha pakan ternak.

Namun begitu, kemudahan itu harus ada pengimbangnya. Impor daging beku tidak bisa dibiarkan lepas sama sekali.

“Nah oleh karena itu, (impor) yang beku itu kita atur untuk nanti diimpor oleh Bulog, agar bisa dikendalikan harganya, jumlahnya,”

imbuhnya.

Dengan skema ini, pemerintah lewat Kementan dan Bapanas punya kendali untuk melakukan intervensi harga. Terutama saat momen permintaan melonjak, seperti jelang Lebaran, supaya harga di pasar tetap stabil dan terjangkau.

Lalu, apa yang mendorong cadangan jagung naik begitu tinggi?

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, yang hadir dalam rapat yang sama punya jawabannya. Lonjakan itu terkait erat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini kan satu kesatuan nih, kebutuhan ayam meningkat 1 juta ton. Kalau MBG sudah beroperasi sempurna, full. (Lalu) telur, kebutuhan telur 700.000 ton, satu tahun. Jadi, pakannya tentu harus naik agar peternak itu bisa diantisipasi kenaikan harga pakan yang melonjak tinggi,”

jelas Amran.

Dia menegaskan, jagung untuk memenuhi cadangan sebesar itu akan dipasok dari produksi dalam negeri dan diserap oleh Bulog.

Amran juga menyentil soal stok beras saat ini. Dia mengklaim stok yang dipegang Bulog aman untuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, yakni sebesar 3,39 juta ton. Angka yang dia sebut sebagai stok akhir tahun tertinggi sepanjang sejarah.

Terakhir, soal kekhawatiran bencana di sejumlah wilayah Sumatera yang bisa mengganggu musim tanam. Amran meyakinkan hal itu tidak akan terjadi. Menurutnya, kerusakan lahan yang terdampak relatif kecil dibanding total luas tanam nasional. Tim dari Kementan juga masih bertugas di lapangan, memberikan bantuan mulai dari beras hingga alat pertanian.

“Saya kira tidak (Musim Tanam Mundur). Karena sekarang kan tidak semuanya rusak... kalau 11 ribu (hektare) dibagi 7 juta hektare itu sangat kecil,”

pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar