Langkah besar kembali dilakukan oleh konglomerat Prajogo Pangestu. Lewat anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada (KJP), ia resmi masuk sebagai pemegang saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI), emiten batu bara milik pengusaha Happy Hapsoro. Transaksi ini, tak pelak, semakin mengeratkan sinergi antara dua nama besar ini di peta bisnis nasional.
KJP memborong sekitar 94,94 juta saham SINI. Jumlah itu setara dengan 19,14% dari total modal perseroan. Namun, ini baru awal. Michael, Direktur Utama CUAN induk dari KJP mengungkapkan bahwa negosiasi untuk mengambil alih kendali SINI masih terus berjalan. Tujuannya jelas: menduduki posisi mayoritas.
"Diharapkan setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, maka CUAN dan afiliasinya akan memiliki sekurang-kurangnya 51 persen dari jumlah seluruh saham SINI dan sekaligus mengendalikan manajemen SINI,"
ujar Michael dalam keterbukaan informasi ke bursa. Menurutnya, langkah akuisisi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang. Mereka ingin memperluas jaringan, menambah aset, dan membentuk grup usaha pertambangan yang benar-benar terintegrasi.
Nah, transaksi saham ini terjadi di pasar negosiasi pada Senin lalu. Harganya cukup menarik perhatian: Rp4.888 per lembar. Dengan harga itu, KJP menggelontorkan dana sekitar Rp464 miliar. Bandingkan dengan harga SINI di pasar reguler yang saat ini melayang di Rp14.300. Selisihnya signifikan, bukan?
Data dari KSEI pun mengungkap aktivitas jual-beli yang masif. Dua broker, Henan Sekuritas dan BNI Sekuritas, tercatat sebagai pembeli dengan total transaksi mencapai Rp508,4 miliar. Angka ini sejalan dengan transaksi yang dilakukan KJP bersama entitas afiliasinya.
Respons pasar? Sangat positif. Saham SINI langsung melesat 10% ke level Rp14.300 setelah pengumuman masuknya Prajogo. Padahal, dalam tiga tahun terakhir, saham ini sudah naik luar biasa hingga 1.500%! Meski begitu, valuasi SINI masih tercatat di angka Rp6,9 triliun.
Kolaborasi Prajogo dan Happy sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, mereka sudah pernah bekerja sama. Lewat PT Chandra Daya Investasi Tbk milik Prajogo, yang masuk ke dalam PT Raharja Energi Cepu Tbk milik Happy. Kerja sama lain juga terjalin di PT Petrosea Tbk, di mana keduanya sama-sama memiliki saham dan perusahaan itu pun bermitra dengan PT Rukun Raharja Tbk lagi-lagi milik Happy.
Jadi, ini seperti pengulangan pola. Dua taipan ini tampaknya menemukan ritme sinergi yang saling menguntungkan. Dan langkah terbaru di SINI mungkin bukan yang terakhir.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Menguat, Investor Fokus ke Data Inflasi Kunci
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS