PT Atlas Resources Tbk (ARII) baru saja merampungkan aksi private placement. Hasilnya? Perusahaan tambang ini berhasil mengantongi dana segar yang tak sedikit, sekitar Rp87 miliar.
Rencana penambahan modal ini sebenarnya sudah mendapat lampu hijau dari pemegang saham akhir Oktober lalu. Lewat RUPSLB, mereka setuju untuk menerbitkan saham baru sebanyak 319 juta lembar. Jumlah itu setara dengan 8,5 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Alhasil, saham beredar ARII kini membengkak jadi 3,75 miliar saham.
Lalu, siapa yang membeli saham baru itu? Pihaknya adalah PT Infra Alpha Investindo, sebuah perusahaan trading dan investasi dalam negeri. Mereka membeli dengan harga Rp273 per lembar saham. Dari situlah angka Rp87 miliar itu terkumpul.
Presiden Direktur ARII, Andra Abdi, mengonfirmasi penyelesaian transaksi ini.
"Perseroan telah menerbitkan saham, dan telah dilakukan pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham perseroan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Senin (29/12/2025).
Nah, uang segar sebesar itu rencananya mau dipakai buat apa? Menurut prospektus, aliran dana ini akan dialirkan terutama untuk kebutuhan modal kerja. Biaya operasional seperti produksi, transportasi, sampai pemeliharaan infrastruktur akan menjadi prioritas.
Di sisi lain, suntikan modal ini jelas memberi angin segar bagi struktur keuangan perusahaan. Likuiditas diharapkan membaik, terlebih di tengah gejolak harga komoditas yang kerap tak menentu. Kehadiran investor strategis baru juga membawa harapan. Bukan cuma soal uang, tapi juga peluang kerja sama dan akses pendanaan yang lebih luas di kemudian hari.
Di pasar, respons terlihat cukup positif. Harga saham ARII melesat 4,6 persen ke level Rp322 per saham pada perdagangan siang. Kalau dilihat, harga private placement Rp273 itu jelas berada di bawah harga pasaran saat ini.
Performanya sejak awal tahun sebenarnya cukup menggembirakan, dengan kenaikan mencapai 36 persen. Namun begitu, jika kita mundur sedikit dan melihat perjalanan lima tahun terakhir, ceritanya berbeda. Dalam rentang waktu yang lebih panjang itu, harga saham ARII justru tercatat terkikis sekitar 20 persen.
Artikel Terkait
Danantara Alokasikan 50% Dana Kelolaan ke Pasar Modal
Pertamina Geothermal Kembangkan Hidrogen Hijau dari Panas Bumi untuk Terminal Tanjung Sekong
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi