PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, atau CUAN, punya rencana besar. Perusahaan ini baru saja mengumumkan niatnya untuk mengambil alih saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Pengumuman resmi itu disampaikan lewat keterbukaan informasi ke publik pada Senin, 29 Desember 2025.
Sebenarnya, lewat anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada dan beberapa afiliasi, CUAN sudah mengantongi hampir 20 persen saham SINI. Itu kepemilikan tidak langsung, tapi cukup signifikan sebagai pijakan awal.
Nah, saat ini negosiasi dengan pemegang saham pengendali SINI sedang berlangsung. Pembicaraan itu mencakup banyak hal. Mulai dari mekanisme transaksi, berapa banyak saham yang akan dibeli, sampai soal harga dan kapan semuanya bisa selesai. Prosesnya masih panjang.
Manajemen CUAN sendiri menegaskan bahwa semuanya masih bisa berubah. Semua tergantung hasil pembahasan lebih lanjut, penandatanganan perjanjian final, dan tentu saja persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang. Jadi, belum ada kepastian mutlak.
Namun begitu, tujuannya jelas. Begitu akuisisi ini tuntas, CUAN dan grupnya akan memegang kendali atas minimal 51 persen saham SINI. Posisi itu otomatis menjadikan CUAN sebagai pengendali baru perusahaan tersebut.
Dengan status barunya itu, CUAN wajib melaksanakan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer. Aturan mainnya mengacu pada POJK Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka. Nantinya, tender offer bisa dilakukan langsung oleh CUAN atau lewat perusahaan di bawah kendalinya.
Lalu, apa alasan di balik langkah strategis ini? Menurut perusahaan, akuisisi ini adalah cara untuk menambah aset, memperluas jaringan bisnis, dan memperkokoh posisi mereka. CUAN ingin menjadi pemain terintegrasi yang solid di sektor pertambangan dan jasa pertambangan, dengan memadupadankan semua sinergi dalam grup mereka.
Reporter: Desi Angriani
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Menguat, Investor Fokus ke Data Inflasi Kunci
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS