Di saat yang bersamaan, tingkat pengangguran malah naik menjadi 4,6 persen pada November. Ketidakpastian ekonomi, yang sebagian besar dipicu oleh kebijakan perdagangan agresif dari Presiden Donald Trump, diduga menjadi penyebabnya.
Bicara soal Trump, ada agenda penting yang dijadwalkan pada hari Rabu. Presiden akan mewawancarai Gubernur The Fed, Christopher Waller. Pertemuan itu dikabarkan akan membahas soal kandidat untuk posisi Ketua Federal Reserve yang baru.
Kalau dilihat dari catatan pergerakan, S&P 500 mencatat 14 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, tapi juga punya lima rekor terendah baru. Nasdaq lebih ekstrem lagi: ada 86 rekor tertinggi baru, namun diimbangi dengan 196 rekor terendah baru. Ini menggambarkan volatilitas yang cukup tinggi belakangan ini.
Untuk volume perdagangan, sekitar 16,70 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Angka ini sedikit lebih rendah dari rata-rata 20 hari perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran 16,99 miliar saham.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak