Nah, bersamaan dengan peresmian, JBA Indonesia langsung menggelar lelang hybrid perdana di kota ini. Sistem hybrid ini memungkinkan peserta ikut bidding secara langsung di lokasi atau lewat platform digital. Tujuannya jelas: memberi fleksibilitas dan memperluas basis pembeli dari mana saja.
Chief Operating Officer JBA Indonesia, Deny Gunawan, punya harapan besar dengan fasilitas baru ini.
Dengan sinergi seluruh layanan dalam satu ekosistem, ASLC optimis volume transaksi dan jaringan pelanggan akan terdongkrak. Standar operasional di semua cabang juga diharapkan semakin kukuh. Ekspansi ini diharapkan jadi kontributor positif bagi kinerja perusahaan hingga akhir tahun, sekaligus fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.
Secara kinerja, hingga kuartal III-2025, ASLC mencatat pendapatan Rp713,0 miliar naik 15% dari tahun sebelumnya. Sementara JBA sendiri berhasil melelang lebih dari 92 ribu unit, dengan pendapatan mencapai Rp201,8 miliar. Angka yang cukup menggembirakan di tengah dinamika pasar.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak