IHSG Tergelincir dari Rekor Tertinggi, Aksi Ambil Untung Dominasi Pasar

- Kamis, 11 Desember 2025 | 12:50 WIB
IHSG Tergelincir dari Rekor Tertinggi, Aksi Ambil Untung Dominasi Pasar

Pagi ini, IHSG ditutup dengan catatan merah. Aksi ambil untung atau profit taking membebani pasar, membuat indeks utama Bursa Efek Indonesia itu turun 27,20 poin (0,31%) ke level 8.673,72 di jeda sesi pertama perdagangan Kamis.

Padahal, pergerakannya cukup dinamis. Indeks sempat menyentuh rekor tertinggi baru alias all time high di angka 8.776,97 sebelum akhirnya turun dan bergerak di kisaran 8.662,05. Menurut pantauan di layar, sentimen jual akhirnya mendominasi.

Transaksi pagi ini cukup ramai, dengan nilai mencapai Rp19,71 triliun dan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 39,70 miliar lembar. Dari seluruh emiten yang bergerak, 239 saham menguat, sementara 449 lainnya terperosok. Sisanya, 269 saham, cenderung datar tanpa perubahan berarti.

Kalau dilihat per sektor, gambarnya beragam. Sektor energi jadi penyelamat, melesat 2,41% dan memimpin penguatan. Sektor siklikal juga ikut menghijau, meski dengan kenaikan yang lebih moderat di 0,71%.

Namun begitu, tekanan justru datang dari sektor lain. Sektor non-siklikal ambruk 1,47%, diikuti infrastruktur yang melemah 0,74% dan transportasi yang anjlok 1,37%. Indeks-indeks lainnya, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80, juga ikut-ikutan melemah, mengikuti tren utama IHSG.

Beberapa saham besar di LQ45 jadi korban profit taking. NCKL (Trimegah Bangun Persada) terpangkas 4,41% ke Rp975.

INDF (Indofood Sukses Makmur) juga tak luput, merosot 3,99% ke Rp6.625 per lembar.

Sementara itu, UNVR (Unilever Indonesia) melemah 3,30% ke level Rp2.640.

Di tengah tekanan itu, tetap ada saham yang bersinar. BUMI (Bumi Resources) malah melonjak tajam 14,11% ke harga Rp372.

SCMA (Surya Citra Media) tak kalah perkasa, menguat 10,05% ke Rp438.

EMTK (Elang Mahkota Teknologi) menyusul, menguat ke posisi Rp1.460 per saham.

Jadi, pasar pagi ini memang diwarnai aksi jual. Tapi di balik itu, masih ada permainan yang cukup menarik untuk disimak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler