Angka penjualan properti yang fantastis berhasil dicatat PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dalam Summarecon Expo 2025. Tak tanggung-tanggung, nilai transaksinya menembus lebih dari Rp 1,8 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 401 unit di antaranya merupakan produk rumah atau hunian. Sementara itu, produk komersial menyumbang 64 unit penjualan.
Director Summarecon Agung, Sharif Benyamin, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Pernyataannya ini disampaikan pada Rabu (26/11/2025).
"Kami bersyukur atas pencapaian yang telah diraih selama pelaksanaan Summarecon Expo tahun ini. Sambutan konsumen hingga pengunjung telah berjalan dengan sangat baik, terbukti dari angka penjualan yang mencapai lebih dari Rp 1,8 triliun,"
Di sisi lain, momen ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun emas perusahaan. Expo tahunan ini memang selalu dinanti sebagai ajang memperkenalkan produk-produk terbaik mereka.
Bukan cuma tentang penjualan, acara ini juga menghadirkan instalasi edukatif. Pengunjung bisa merasakan langsung kualitas material rumah yang ditawarkan. Rasanya seperti mencoba sebelum membeli.
Selama expo berlangsung, tersedia program diskon 30% untuk unit properti tertentu. Baik hunian maupun komersial. Ini jadi daya tarik sendiri bagi calon pembeli.
Kemudahan lainnya datang dari sisi pembiayaan. Beragam opsi KPR dengan bunga kompetitif dan skema fleksibel ditawarkan melalui kerja sama dengan beberapa bank ternama. Sebut saja Bank Mandiri, BTN, BNI, BCA, BRI, dan Bank Permata.
Secara keseluruhan, expo ini sukses menunjukkan bahwa pasar properti tetap bergairah. Terutama untuk developer yang punya reputasi bagus seperti Summarecon dengan kawasan terintegrasi dan fasilitas kompletnya.
Artikel Terkait
PT Brigit Biofarmaka Gelar RUPST 2026 di Solo, Bahas Laporan Keuangan dan Penggunaan Laba
Dominasi Saham Unggulan Warnai Peta Pasar Modal Indonesia pada Maret 2026
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu
IHSG Naik Tipis, Saham NIRO dan DEFI Melonjak di Atas 34%