Shell Masuki Babak Akhir Negosiasi BBM dengan Pertamina

- Selasa, 25 November 2025 | 11:48 WIB
Shell Masuki Babak Akhir Negosiasi BBM dengan Pertamina
Update Negosiasi Bahan Bakar

Negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dan Shell soal pasokan BBM dikabarkan sudah masuk babak akhir. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengutip Antara, Selasa (25/11).

“Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir,” ucap Laode.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tujuannya, memenuhi kebutuhan BBM bagi badan usaha swasta yang kuota impornya sudah habis.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan SPBU swasta ternyata sudah lebih dulu menjalin kesepakatan dengan Pertamina. Mereka antara lain AKR, BP, dan VIVO. Untuk tahap awal, Pertamina bahkan sudah menyalurkan 100 ribu barel minyak ke BP-AKR.

Tak hanya itu, Vivo juga mendapat jatah serupa, 100 ribu barel.

Soal Shell, Laode mengungkapkan bahwa perusahaan sudah mengajukan volume pembelian. Sayangnya, ia belum bisa membeberkan angka pastinya.

“Kita tunggu saja (volume Shell),” katanya singkat.

Kondisi kelangkaan BBM sebenarnya sudah dirasakan Shell dan bp sejak Agustus 2025 lalu. Vivo kemudian menyusul, kehabisan stok di pertengahan Oktober.

Namun begitu, akhir Oktober lalu, pasokan di SPBU bp mulai kembali normal. Vivo pun ikut membaik stok BBM-nya sejak Minggu (23/11).

Artinya, saat ini hanya Shell yang masih berjuang menyelesaikan pembicaraan dengan Pertamina Patra Niaga.

Merespons situasi ini, Presiden Direktur & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyampaikan permohonan maaf.

“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, Shell terus berupaya memulihkan pasokan secepat mungkin. Meski begitu, perusahaan tetap memastikan semua prosedur pengadaan dan standar mutu berjalan sesuai ketentuan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar