Negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dan Shell soal pasokan BBM dikabarkan sudah masuk babak akhir. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengutip Antara, Selasa (25/11).
“Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir,” ucap Laode.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tujuannya, memenuhi kebutuhan BBM bagi badan usaha swasta yang kuota impornya sudah habis.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan SPBU swasta ternyata sudah lebih dulu menjalin kesepakatan dengan Pertamina. Mereka antara lain AKR, BP, dan VIVO. Untuk tahap awal, Pertamina bahkan sudah menyalurkan 100 ribu barel minyak ke BP-AKR.
Tak hanya itu, Vivo juga mendapat jatah serupa, 100 ribu barel.
Soal Shell, Laode mengungkapkan bahwa perusahaan sudah mengajukan volume pembelian. Sayangnya, ia belum bisa membeberkan angka pastinya.
“Kita tunggu saja (volume Shell),” katanya singkat.
Artikel Terkait
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional