Negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dan Shell soal pasokan BBM dikabarkan sudah masuk babak akhir. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengutip Antara, Selasa (25/11).
“Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir,” ucap Laode.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tujuannya, memenuhi kebutuhan BBM bagi badan usaha swasta yang kuota impornya sudah habis.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan SPBU swasta ternyata sudah lebih dulu menjalin kesepakatan dengan Pertamina. Mereka antara lain AKR, BP, dan VIVO. Untuk tahap awal, Pertamina bahkan sudah menyalurkan 100 ribu barel minyak ke BP-AKR.
Tak hanya itu, Vivo juga mendapat jatah serupa, 100 ribu barel.
Soal Shell, Laode mengungkapkan bahwa perusahaan sudah mengajukan volume pembelian. Sayangnya, ia belum bisa membeberkan angka pastinya.
“Kita tunggu saja (volume Shell),” katanya singkat.
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diprediksi Picu Gelombang Pinjol, OJK Waspadai Dominasi Kredit Konsumtif
Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana
Di Balik Kenaikan IHSG, Sepuluh Saham Ini Justru Terjun Bebas
BEI Dibanjiri Emisi Baru, IHSG Nyaris Sentuh 9.000 di Awal 2026