Impack Pratama Gelontorkan Rp 250 Miliar untuk Pusat Pelatihan Polimer Kelas Dunia

- Senin, 24 November 2025 | 18:50 WIB
Impack Pratama Gelontorkan Rp 250 Miliar untuk Pusat Pelatihan Polimer Kelas Dunia

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) baru saja mengumumkan rencana besar. Perusahaan ini akan menggelontorkan dana tak tanggung-tanggung, Rp250 miliar atau sekitar USD15 juta, untuk membangun Impack Polymer Science Institute (IPS). Targetnya, lembaga ini bakal rampung pada 2026.

Bayangkan, sebuah pusat pelatihan polimer atau plastik yang bertaraf internasional di kawasan ASEAN. Itulah visi yang hendak diwujudkan melalui IPSI. Institusi ini nantinya akan menjadi wadah pertemuan bagi pelaku industri, peserta didik, dan para profesional yang ingin mendalami ilmu polimer lebih jauh.

Di sisi lain, IMPC ternyata tak cuma berinvestasi di IPSI. Ada lagi anggaran sebesar Rp150 miliar (sekitar USD9 juta) yang disiapkan khusus untuk riset dan pengembangan selama lima tahun ke depan. Dana itu akan dikelola oleh Impack Research and Innovation Center (IRIC), dengan fokus mendorong inovasi di seluruh lini produk bangunan dan teknologi pemrosesannya.

Menurut sejumlah pihak, langkah strategis ini diharapkan tak cuma mengukuhkan kepemimpinan IMPC di industri polimer. Lebih dari itu, investasi ini diyakini bisa menciptakan nilai berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan dan tentu saja, bagi Indonesia.

Lalu, apa yang membuat IPSI berbeda? Kredibilitasnya diperkuat lewat kemitraan strategis dengan SKZ-German Plastics Center (SKZ-Das Kunststoff Zentrum). SKZ sendiri dikenal sebagai salah satu institut plastik paling berpengaruh di Jerman, bahkan di dunia.

Melalui program intensif 'Train the Trainer', para instruktur utama IPSI akan digodok langsung oleh tenaga ahli SKZ yang punya latar belakang akademik dan industri mumpuni. Hal ini jelas memberi keunggulan kompetitif. IPSI bukan sekadar pusat pelatihan lokal biasa, melainkan sebuah pusat pendidikan berstandar global.

Haryanto Tjiptodihardjo, Direktur Utama IMPC, menyoroti pentingnya langkah ini.

"Di tengah perubahan industri yang pesat, inovasi teknologi, dan ketidakpastian ekonomi global, membangun talenta unggul bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," tegasnya.

Melalui IPSI, perusahaan membuka akses pelatihan kelas dunia. Tujuannya jelas: memberdayakan peserta didik agar mendapatkan pekerjaan lebih baik dan pendapatan lebih tinggi, sekaligus membangun masa depan yang lebih tangguh seiring berkembangnya kompetensi mereka.

"Dan inilah makna sebenarnya dari 'Doing Well by Doing Good' bagi kami," lanjut Haryanto. "Yakni menciptakan nilai tambah bisnis jangka panjang sambil melakukan kebaikan yang lebih besar, seperti meningkatkan pendapatan masyarakat dan komunitas."

Investasi Rp250 miliar untuk IPSI, yang mencakup pelatihan polimer berkelas dunia dan pengembangan fasilitas berteknologi tinggi, disebutnya sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut.

Dukungan juga datang dari mitra Jerman mereka. Matthias Ruff, Head of Sales Training & Research, Procuration di SKZ, menyambut baik kolaborasi ini.

"Bagi kami di SKZ, merupakan sebuah kehormatan dan bentuk pengakuan untuk dapat terlibat dalam komitmen ini," ujarnya.

Ia menambahkan, konsep IPSI telah dirumuskan dengan matang, dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dan diproyeksikan akan mencapai kesuksesan.

"Melalui program internasional 'Train the Trainer' kami, kami memberikan kontribusi penting dalam perjalanan ini," pungkas Matthias Ruff.

Keberadaan IPSI diharapkan bisa memberi dampak nyata. Mulai dari peningkatan keterampilan dan kualitas SDM, penurunan angka pengangguran, hingga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang polimer.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar