Harapannya jelas, momentum ini bisa mendorong percepatan pertumbuhan instrumen keuangan syariah di Indonesia, yang potensinya masih sangat besar. BRI-MI pun lewat langkah ini ingin menunjukkan komitmennya untuk memperkuat ekosistem investasi Syariah sekaligus mendukung program pemerintah soal pembiayaan berkelanjutan yang inklusif dan etis. Semua ini selaras dengan strategi grup induknya dalam memperluas layanan keuangan terintegrasi.
Sebelumnya, komitmen serupa sudah disampaikan oleh Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto.
Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Kamis (30/10), Agus menekankan bahwa BRI bertekad meningkatkan inklusi dan literasi keuangan secara lebih luas dan terintegrasi, yang dilakukan secara Group.
“Sinergi dengan perusahaan anak menjadi elemen penting,” tuturnya. “Kontribusi positif dari entitas Perusahaan Anak BRI Group yang telah berjalan menunjukkan bahwa strategi integrasi dan kolaborasi antar unit bisnis berjalan semakin optimal.”
Dan kontribusi itu nyata. Kinerja sepuluh perusahaan anak BRI, termasuk BRI-MI, tercatat solid. Hingga akhir Triwulan III 2025, total aset mereka melesat 15,0% secara year-on-year menjadi Rp 244,5 triliun. Dari sisi laba bersih, angkanya bahkan lebih menggembirakan, naik 27,6% YoY menjadi Rp 8,2 triliun.
Dengan capaian se-impresif itu, perusahaan anak BRI Group berhasil menyumbang 11,5% dari total aset konsolidasi BRI. Kontribusi labanya pun signifikan, mencapai 19,9% dari total laba konsolidasi induknya. Sebuah pencapaian yang sulit diabaikan.
Artikel Terkait
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional