Dalam konteks Mekaar, akses pembiayaan yang diterima nasabah adalah resources-nya. Sementara pelatihan dan pendampingan leadership membentuk agency. Adapun peningkatan kesejahteraan serta peran perempuan dalam keputusan rumah tangga menjadi achievements-nya. Kombinasi ini membuat perempuan tak lagi sekadar penerima bantuan, tapi aktor perubahan di keluarga dan komunitasnya.
Menteri PANRB, Rini Widyantini, dalam rilis resminya pada Sabtu (9/5/2025), turut menegaskan hal serupa.
“Perempuan saat ini memiliki peran yang sangat penting pada ketahanan ekonomi keluarga. Dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang dibuat oleh perempuan di rumah, melalui literasi keuangan perempuan bukan sekadar bagian dari populasi, tetapi juga aktor utama dalam penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dengan kata lain, ketika peran kepemimpinan perempuan di komunitas diperkuat, dampaknya tidak hanya terlihat dari peningkatan pendapatan. Ada perubahan sosial yang lebih signifikan: perempuan makin dipercaya, didengar, dan berdaya dalam mengambil keputusan penting bagi keluarga dan masyarakat.
Jika pendekatan seperti ini bisa diperluas dan diperkuat secara nasional, bukan mustahil kepemimpinan perempuan akan jadi motor penggerak percepatan pengentasan kemiskinan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6%, Namun 10 Saham Ini Anjlok Lebih dari 10%
IHSG Melonjak 6,14%, Saham TRUK Pacu Kenaikan 106%