"Kontribusi Pertamina kepada negara ini menjadi yang paling besar di seluruh BUMN. Harapannya akan memberikan dividen yang terbesar juga kepada negara yaitu Rp 42,1 triliun, dan Rp 23 triliun rupiah sudah direalisasikan hingga September 2025 ini," ungkap Oki dalam Rapat Komisi VI DPR, Rabu (19/11).
Di tengah tantangan fluktuasi nilai tukar dan penurunan indikator makro seperti Indonesia Crude Price (ICP) serta MOPS solar, Pertamina berhasil mempertahankan peringkat kredit investment grade. Pencapaian ini mencerminkan ketahanan operasional dan keuangan perusahaan dalam kondisi pasar yang dinamis.
Secara kinerja keuangan, Pertamina diproyeksikan membukukan pendapatan sebesar USD 68 miliar atau setara Rp 1.127 triliun pada tahun ini. Perusahaan juga memperkirakan laba bersih (net profit after tax/NPAT) sebesar USD 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun.
Hingga September 2025, total kontribusi Pertamina kepada negara telah mencapai Rp 262 triliun. Pencapaian ini memperkuat posisi Pertamina sebagai agen pembangunan nasional melalui kontribusi penerimaan pajak, non-pajak, dan dividen terbesar di antara seluruh BUMN Indonesia.
Artikel Terkait
BEI Catat Empat Emisi Baru, Tembus Rp216 Triliun di Awal 2026
IHSG Pacu Kembali ke Level 9.000, Transaksi Saham Melonjak 48%
IHSG Tembus 9.000, Rekor Baru dan Euforia Investor Warnai Awal 2026
Data Tenaga Kerja AS Mengejutkan, Wall Street Malah Meroket