Ekonomi Thailand Alami Perlambatan di Kuartal III 2025
Ekonomi Thailand menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan pada kuartal ketiga tahun 2025. Kinerja ekonomi negara ini tertekan oleh dua faktor utama: penurunan produksi industri manufaktur dan berkurangnya kunjungan wisatawan asing.
Data Pertumbuhan Ekonomi Thailand Kuartal III 2025
Badan Perencanaan Ekonomi Thailand (NESDC) melaporkan penurunan Produk Domestik Bruto sebesar 0,6% pada kuartal III 2025 dibanding kuartal sebelumnya. Angka ini jauh lebih buruk dari perkiraan awal yang hanya 0,3%. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Thailand hanya mencapai 1,2%, lebih rendah dari proyeksi 1,6% dan melambat drastis dari pertumbuhan 2,8% di kuartal sebelumnya.
Penyebab Perlambatan Ekonomi Thailand
Beberapa sektor kunci mengalami kontraksi simultan, termasuk ekspor, produksi manufaktur, konstruksi, belanja pemerintah, dan layanan pariwisata. Kondisi ini diperparah oleh beberapa faktor eksternal dan internal:
- Beban tarif ekspor dari Amerika Serikat
- Kondisi perdagangan global yang semakin ketat
- Ketidakstabilan politik domestik
- Penurunan jumlah wisatawan mancanegara
Kebijakan Penanganan dan Proyeksi Ekonomi Thailand
Pemerintah Thailand merespons dengan meluncurkan paket stimulus konsumsi senilai 1,36 miliar dolar AS. Bank Sentral Thailand juga berkomitmen menangani masalah utang rumah tangga yang membengkak.
NESDC memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 hanya 0,6% secara tahunan. Untuk keseluruhan tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Thailand diperkirakan sekitar 2%, turun dari 2,5% di tahun 2024. Sementara untuk tahun 2026, pertumbuhan diprediksi melambat further menjadi 1,2-2,2%.
Outlook dan Tantangan Ekonomi Thailand Ke Depan
Prospek ekonomi Thailand sangat tergantung pada hasil negosiasi tarif dengan Amerika Serikat yang sedang dalam ketidakpastian. Meski demikian, otoritas setempat optimis sektor pariwisata dan konsumsi domestik dapat menopang pertumbuhan di tengah lemahnya kinerja ekspor.
Artikel Terkait
Bea Cukai Banten Resmikan NICE PIK 2 Sebagai Tempat Pameran Berikat
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Dongkrak Likuiditas Saham
DSSA Gelar RUPSLB Bahas Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham