Waspada Modus Penipuan Keuangan Menggunakan AI
OJK melalui Satgas PASTI membeberkan dua modus penipuan terbaru yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Teknologi voice cloning dan deepfake menjadi ancaman baru bagi masyarakat.
Hudiyanto dari OJK menjelaskan, "Kemajuan teknologi dalam AI memiliki potensi untuk digunakan dalam penipuan dengan membuat tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake)."
Teknologi ini memungkinkan penipu merekam dan meniru suara orang terdekat korban, seperti teman atau keluarga, untuk meminta sejumlah uang. Selain itu, video deepfake yang terlihat sangat nyata juga digunakan untuk memperkuat keyakinan korban bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dikenal.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi sebelum melakukan transfer dana, meskipun permintaan tersebut seolah-olah datang dari kenalan dekat.
Artikel Terkait
Investor Asing Borong Saham Tambang dan Kapal di Hari Pertama BEI 2026
Trump Tunda Kenaikan Tarif Furnitur, Tekanan Harga Pengaruhi Kebijakan
Emas Tembus USD 4.400, Perak dan Platinum Melaju Lebih Ganas di Awal 2026
Saham Bakrie Meledak di Awal 2026, DEWA Tembus Rekor Tertinggi