Waspada Modus Penipuan Keuangan Menggunakan AI
OJK melalui Satgas PASTI membeberkan dua modus penipuan terbaru yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Teknologi voice cloning dan deepfake menjadi ancaman baru bagi masyarakat.
Hudiyanto dari OJK menjelaskan, "Kemajuan teknologi dalam AI memiliki potensi untuk digunakan dalam penipuan dengan membuat tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake)."
Teknologi ini memungkinkan penipu merekam dan meniru suara orang terdekat korban, seperti teman atau keluarga, untuk meminta sejumlah uang. Selain itu, video deepfake yang terlihat sangat nyata juga digunakan untuk memperkuat keyakinan korban bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dikenal.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi sebelum melakukan transfer dana, meskipun permintaan tersebut seolah-olah datang dari kenalan dekat.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi