Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 akan selesai pekan depan. Revisi ini terkait mekanisme kredit untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan menjadi berita utama di sektor bisnis.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengingatkan masyarakat tentang maraknya modus penipuan keuangan yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Revisi Aturan Kredit Kopdes Merah Putih Dipercepat
Revisi PMK ini dinilai mendesak untuk mempercepat pencairan pinjaman bagi PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), yang bertugas membangun fasilitas Koperasi Desa Merah Putih. Skema pinjaman ini akan disalurkan melalui bank-bank Himbara dengan jaminan penuh dari pemerintah.
Purbaya menegaskan bahwa proses revisi akan disederhanakan. Ia menyatakan, "Minggu depan harusnya selesai. Itu gampang, cuma coret satu dua baris. Kalau nggak bisa juga, saya coret saja PMK-nya," ujarnya di Jakarta, Minggu (16/11).
Menteri Keuangan juga memastikan bahwa perbankan tidak perlu ragu menyalurkan kredit karena seluruh risikonya telah dijamin oleh pemerintah, sehingga tidak membebani kondisi perbankan.
Waspada Modus Penipuan Keuangan Menggunakan AI
OJK melalui Satgas PASTI membeberkan dua modus penipuan terbaru yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Teknologi voice cloning dan deepfake menjadi ancaman baru bagi masyarakat.
Hudiyanto dari OJK menjelaskan, "Kemajuan teknologi dalam AI memiliki potensi untuk digunakan dalam penipuan dengan membuat tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake)."
Teknologi ini memungkinkan penipu merekam dan meniru suara orang terdekat korban, seperti teman atau keluarga, untuk meminta sejumlah uang. Selain itu, video deepfake yang terlihat sangat nyata juga digunakan untuk memperkuat keyakinan korban bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dikenal.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi sebelum melakukan transfer dana, meskipun permintaan tersebut seolah-olah datang dari kenalan dekat.
Artikel Terkait
PT Matahari Putra Prima Gelar Rights Issue Rp780 Miliar untuk Beli Aset dan Perbaiki Struktur Keuangan
ASSA Suntik Rp54 Miliar ke Anak Usaha Properti untuk Perkuat Operasional
BEI: IPO Bukan Berarti Kehilangan Kendali, Mayoritas Saham Tetap di Tangan Pendiri
Pemegang Saham Utama Panca Global Kapital Kembali Divestasi 4,45% Saham