Direktur Operasi Inalum, Ivan Emirsyam, mengungkapkan bahwa TIS 2025 berhasil menghimpun 166 peserta yang tergabung dalam 73 tim inovasi. Beberapa hasil inovasi dari seminar serupa di tahun-tahun sebelumnya telah berhasil diterapkan dalam operasional perusahaan, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.
Contoh Penerapan Inovasi Teknologi
Beberapa terobosan teknologi yang telah diimplementasikan oleh Inalum antara lain:
- Peningkatan Kapasitas Tungku: Upgrading tungku dari 195kA menjadi 235kA berhasil meningkatkan produksi logam cair (molten metal) hingga 110 ton per tungku setiap tahunnya.
- Modifikasi Turbin: Inovasi pada sistem turbin untuk meningkatkan efisiensi energi.
- Konversi Energi: Beralih dari penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas Alam yang lebih ramah lingkungan.
- Pengembangan Peralatan: Inovasi pada Rod Straightening Machine dan Upgrading Cover Pot untuk mendukung proses produksi yang lebih optimal.
Ivan menegaskan bahwa melalui budaya inovasi, Inalum tidak hanya menajamkan daya saingnya di pasar global tetapi juga memperkuat komitmennya dalam mewujudkan industri hijau. Technology Innovation Seminar telah menjadi wadah strategis sejak 2005 untuk mendorong terciptanya ide-ide brilian dan perbaikan berkelanjutan di seluruh ekosistem perusahaan.
Dengan langkah-langkah ini, Inalum terus berupaya mewujudkan visinya sebagai pionir industri aluminium nasional yang unggul dan berkelas dunia, dengan fokus pada keberlanjutan dan operasi yang ramah lingkungan.
Artikel Terkait
BEI Bidik Peringkat 10 Besar Global, Targetkan Transaksi Harian Rp 15 Triliun
Operasional Vale Terhenti, Sahamnya Malah Meroket
600 Huntara Siap Huni di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam Tiga Bulan
IHSG Sentuh 8.680 di Pembukaan Perdagangan Awal 2026