Kunjungan Kapal Pesiar di Pelabuhan Benoa Meningkat Signifikan
Pelabuhan Benoa, Bali, mencatat pertumbuhan kunjungan kapal pesiar yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Data dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah kapal dan penumpang yang datang melalui gerbang maritim Bali ini.
Statistik Pertumbuhan Kapal Pesiar di Bali
Pada tahun 2023, Pelabuhan Benoa mencatat 48 kunjungan kapal pesiar dengan total 78.241 penumpang. Angka ini meningkat pada tahun 2024 menjadi 56 kunjungan dengan 107.717 penumpang. Hingga awal November 2025, sudah tercatat 49 kapal pesiar yang bersandar dengan membawa 96.013 penumpang, dengan proyeksi total mencapai 66 kapal hingga akhir tahun.
Yang lebih menggembirakan, untuk tahun 2026 sudah terdaftar 73 kapal pesiar yang akan singgah di Pelabuhan Benoa. Data ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari operator kapal pesiar terhadap fasilitas dan layanan yang tersedia.
Fasilitas Kelas Dunia di Pelabuhan Benoa
Pelabuhan Benoa telah mengalami transformasi besar melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Saat ini, pelabuhan ini memiliki terminal internasional berkapasitas 3.000 orang dan dermaga sepanjang 500 meter. Rencana pengembangan ke depan akan memperpanjang dermaga hingga 1.300 meter, yang memungkinkan empat kapal pesiar bersandar secara bersamaan.
General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, menegaskan kesiapan fasilitas tersebut. "Secara teknis kami sudah mampu melayani kedatangan cruise yang datang bersamaan. Terminal kami mampu melayani proses embarkasi-dembarkasi 3.000 orang sekaligus, sehingga kami siap menjadi home port tourism," ujarnya.
Proyek Strategis Nasional Bali Maritime Tourism Hub
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, BMTH mengembangkan kawasan pelabuhan menjadi dua area utama dengan berbagai fasilitas termasuk Area Tourism, Area Marina, Area Entertainment, taman, dan area Multipurpose. Saat ini sedang berlangsung pengembangan kawasan marina yang akan menampung sekitar 180 kapal yacht.
Sub Regional Head Pelindo Bali Nusra, Fariz Hariyoso, menjelaskan bahwa pengembangan ini merupakan bentuk kerjasama antara anak perusahaan PT SPSL dengan PT MDI. Dampak positif dari kunjungan wisatawan asing melalui Pelabuhan Benoa menjadi salah satu efek berganda dari pengembangan BMTH yang memberikan manfaat berlipat bagi pariwisata Bali.
Artikel Terkait
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil
IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global