- Pakaian jadi seperti kaus dan celana
- Sepatu olahraga
- Produk agroindustri dan makanan olahan
- Minuman
- Kosmetik
- Bahan kimia
- Furnitur kayu
Khusus untuk produk tekstil dan alas kaki, yang sebelumnya dikenakan tarif tinggi antara 10 hingga 18 persen di pasar Kanada, diharapkan dapat menikmati peningkatan daya saing yang berarti.
Tantangan dan Rekomendasi untuk Eksportir Indonesia
LPEM FEB UI juga mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan hambatan non-tarif yang perlu diatasi. Beberapa regulasi di pasar Kanada seperti standar keamanan produk, peraturan sanitasi untuk pangan, dan ketentuan lingkungan tetap menjadi hal yang harus dipenuhi.
Sebagai contoh, eksportir tekstil dan alas kaki wajib memenuhi uji kimia dengan standar ISO 17025 dan menggunakan label dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Prancis.
Untuk memaksimalkan manfaat dari ICA-CEPA, pemerintah Indonesia direkomendasikan untuk melakukan beberapa langkah strategis, seperti negosiasi Mutual Recognition Agreement (MRA) untuk proses sertifikasi dan penguatan kapasitas laboratorium penguji di dalam negeri.
Dengan pemanfaatan yang optimal, ICA-CEPA tidak hanya akan menjadikan Kanada sebagai mitra ekspor utama, tetapi juga sebagai sumber teknologi, investasi hijau, dan upaya diversifikasi pasar Indonesia di kawasan Amerika Utara.
Artikel Terkait
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6%, Namun 10 Saham Ini Anjlok Lebih dari 10%