Mengapa Otak Kita Merindukan Debur Ombak Saat Stres?

- Kamis, 08 Januari 2026 | 21:06 WIB
Mengapa Otak Kita Merindukan Debur Ombak Saat Stres?

Coba tutup mata. Bayangkan suara ombak. Menenangkan, kan?

Suara deburan ombak punya pola unik: berirama dan konsisten, tapi tidak membosankan. Dalam ilmu audio, suara seperti ini mendekati apa yang disebut Pink Noise.

Berbeda dengan kebisingan kota yang kasar dan tak menentu, Pink Noise punya frekuensi yang merata. Suara ini ternyata ampuh menyelaraskan gelombang otak kita.

Makanya, gak heran kalau banyak orang malah ketiduran pulas di pasir pantai. Suara ombak membantu otak beralih dari gelombang Beta (stres, fokus tinggi) ke gelombang Alpha (rileks, tenang).

Resep Alam untuk Jiwa yang Lelah

Jadi, pergi ke pantai sebenarnya lebih dari sekadar pamer liburan di Instagram. Itu kebutuhan biologis kita di era yang makin membuat kita terputus dari alam. Kita kelelahan oleh layar gadget dan tuntutan pekerjaan.

Laut bukan tempat untuk lari dari masalah. Tapi lebih sebagai tempat untuk mengisi ulang energi recharging sebelum kembali menghadapi rutinitas.

Jadi, lain kali Anda merencanakan liburan ke pantai, jangan merasa bersalah. Anggap saja itu sebagai bentuk perawatan kesehatan mental. Memang sih, biayanya kadang nggak murah. Tapi, ‘pulang’ sejenak ke pantai bisa jadi investasi yang berharga untuk kewarasan kita.


Halaman:

Komentar