Ericsson Indonesia Dukung Penuh Percepatan Roadmap AI Nasional
Ericsson Indonesia menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan peta jalan kecerdasan buatan atau roadmap AI nasional. Dukungan ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berperan sebagai pusat pengembangan AI di kawasan regional.
Ronnie Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, menilai inisiatif pemerintah dalam menyusun roadmap AI sudah sangat tepat dan komprehensif. Ia menyatakan bahwa pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari etika, perlindungan data pribadi, hingga visi menjadikan Indonesia sebagai sentra AI di tingkat regional.
Ronnie menegaskan bahwa kecerdasan buatan bersama dengan teknologi 5G merupakan fondasi teknologi masa depan yang memiliki potensi aplikasi sangat luas di berbagai sektor, seperti industri manufaktur, kesehatan, dan logistik. Keberadaan peta jalan yang jelas dinilai krusial untuk memastikan teknologi AI dapat dimanfaatkan secara optimal dan Indonesia menjadi pemain utama, bukan sekadar pasar.
5G Innovation Lab Sebagai Wadah Kolaborasi Nyata
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Ericsson tidak hanya mengandalkan kegiatan seperti Hackathon. Perusahaan telah mendirikan dan mengoperasikan 5G Innovation Lab yang terletak di Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI), hasil kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian.
Laboratorium inovatif ini berfungsi sebagai bengkel kerja atau hub kolaborasi yang permanen. Di sini, para pengembang perangkat lunak, pelaku industri, dan talenta digital dapat bertemu dan bekerja sama untuk menciptakan berbagai use case atau aplikasi nyata yang memanfaatkan kekuatan 5G dan kecerdasan buatan.
Fasilitas ini bertujuan untuk mengindustrialisasi ide-ide segar dari talenta digital Indonesia. Dengan demikian, dalam satu hingga dua tahun ke depan, inovasi tersebut dapat diwujudkan menjadi solusi nyata yang siap digunakan oleh berbagai sektor industri di Indonesia.
Daniel Ode, President Director Ericsson Indonesia, Singapore, Philippines, and Brunei, menekankan bahwa kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan industri adalah kunci untuk memecahkan tantangan kompleks dengan solusi teknologi. Kolaborasi semacam ini menciptakan efek pengganda yang mempercepat terciptanya inovasi yang berdampak luas.
Artikel Terkait
INNOSPACE Cetak Rekor Uji Mesin Metana 420 Detik, Teknologi Pendinginan Ganda Siap Tingkatkan Efisiensi Roket
Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026 Berkat Aplikasi My Pertamina
AS Investigasi 120 Laboratorium Biologi AS di Luar Negeri untuk Hentikan Risiko Patogen Berbahaya
Google Sediakan Fitur Bawaan Lacak, Kunci, hingga Hapus Data Ponsel Android yang Hilang