- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang signifikan.
- Biaya suku cadang yang semakin mahal.
- Kenaikan biaya docking dan perawatan rutin kapal.
Dengan komponen biaya yang terus meningkat, sementara tarif tetap, keberlangsungan usaha operator kapal penyeberangan menjadi terancam.
Harapan dan Solusi ke Depan
INFA bersama asosiasi pengusaha angkutan perairan lainnya mendorong Kementerian Perhubungan untuk melakukan evaluasi komprehensif. Mereka mengharapkan penyesuaian tarif yang terukur dan didasarkan pada kajian keekonomian yang matang.
Keseimbangan antara kesehatan bisnis operator dan kemampuan finansial masyarakat menjadi kunci utama. Untuk itu, INFA membuka ruang dialog dengan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan asosiasi pengguna jasa, untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem tarif angkutan penyeberangan yang berkelanjutan dan adil, mendukung konektivitas nasional yang lancar dan andal.
Artikel Terkait
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Kerja Fleksibel 4 Hari Kantor, 1 Hari WFH bagi ASN
Prabowo Disambut Kawanan Elang Muda TNI AU dalam Penerbangan ke Magelang
Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas untuk Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng