Selain bertemu dengan para korban, Mendikdasmen juga menemui sejumlah keluarga korban yang berada di rumah sakit. Komitmen untuk memberikan dukungan penuh pun ditegaskan oleh pihak kementerian.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Kementerian Pendidikan akan memberikan pendampingan mental dan layanan psikososial bagi seluruh warga sekolah yang terdampak. Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi korban yang dirawat, tetapi juga untuk guru, murid, dan seluruh komunitas SMAN 72 Jakarta.
"Dari pihak kementerian, bekerja sama dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan kementerian terkait, kami mulai hari Senin akan memberikan layanan psikososial untuk warga sekolah, untuk guru, dan juga untuk murid-murid yang lainnya," jelas Mu'ti.
Langkah ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan mengembalikan kondisi psikologis warga sekolah pasca insiden ledakan yang terjadi.
Artikel Terkait
Kebakaran SPBE di Bekasi Diduga Dipicu Kebocoran Gas dan Korsleting, 12 Orang Luka Bakar
Akhdan Nur Syauqi Juara Pilmapres FIB Unhas 2026 dengan Gagasan Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal
Liverpool Incar Denzel Dumfries dan Gleison Bremer dari Serie A
Gempa M7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 23 Kali Gempa Susulan dan Keluarkan Peringatan Tsunami