Nah, akhirnya ada titik terang. Masyarakat kini bisa mengetahui pemicu sebenarnya di balik bencana yang melanda Sumatera itu.
Kalau saja Pak Prabowo tidak membuka suara dan memberikan informasi terbaru ini, mungkin kita semua masih berkutat dalam teka-teki. Ternyata, pemicu utamanya adalah penebangan liar. Praktik ilegal itu diduga kuat memperparah situasi.
Langkah cepat sang Presiden patut diapresiasi. Ia tak menunggu lama untuk menyampaikan temuan ini ke publik.
"
Selasa sore (2/12/2025) lalu, suasana di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta cukup ramai. Usai menemui Presiden RI Prabowo Subianto, Ketua MPR Muzani memberikan keterangan pers. Ia mengonfirmasi bahwa Presiden telah menerima laporan lengkap soal penyebab banjir besar di sejumlah wilayah Sumatera beberapa pekan terakhir.
Pertanyaan tentang dugaan praktik pembalakan liar pun tak terhindarkan. Menanggapi hal itu, Muzani langsung menjawab.
“Sudah, sudah, sudah dapat masukan yang komprehensif,” ujarnya.
Menurut Muzani, dari sejumlah foto dan rekaman lapangan yang ia amati, terlihat jelas tumpukan kayu hanyut yang membanjiri daerah terdampak. Yang menarik, kayu-kayu itu diduga bukan berasal dari pohon yang baru roboh akibat badai. Melainkan, tampak seperti kayu bekas tebangan lama.
Temuan ini bukan hal sepele. Di sisi lain, ia mengindikasikan sesuatu yang lebih serius: pembalakan liar kemungkinan besar menjadi faktor yang memperburuk dampak bencana. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah wilayah-wilayah yang disebutnya.
Lalu, bagaimana dengan laporan yang diterima Presiden? Muzani menegaskan, Kepala Negara sudah memperoleh gambaran yang utuh dan lengkap terkait akar permasalahan banjir ini. Semua masukan telah sampai ke meja kerjanya.
(Sumber: ANTARA)
Artikel Terkait
Rizky Eka Pratama Resmi Dipanggil ke TC Timnas Indonesia Jelang ASEAN Championship 2026
Bulog Sulselbar Siapkan Pembangunan 11 Gudang Beras untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Pegawai Bank di Surabaya Ditahan Kejari, Diduga Korupsi Kredit Mikro Rp2,9 Miliar
Polisi Masih Selidiki Asal Paket Sabu 981 Gram yang Terdampar di Pesisir Pangkep