Ekspor Udang Indonesia Kembali Dibuka, Capai Pasar Amerika Serikat
Indonesia kembali mengekspor udang ke Amerika Serikat setelah sebelumnya terhalang isu kandungan zat radioaktif Cesium-137. Keputusan ini menjadi kabar baik bagi industri perikanan Indonesia yang sempat mengalami kendala dalam perdagangan internasional.
Udang Indonesia Dinyatakan Bebas Cesium-137
Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengonfirmasi bahwa udang Indonesia telah memenuhi standar keamanan pangan Amerika Serikat. Ishartini, Kepala Badan Mutu KKP, menyatakan bahwa produk udang lokal dinyatakan bebas dari kontaminasi Cesium-137 dan kembali dapat diterima di pasar AS.
Volume Ekspor Udang Terbaru ke Amerika Serikat
Pengiriman perdana udang Indonesia ke AS pasca-pencabutan pembatasan telah dilakukan dengan mengirimkan 7 kontainer berisi 106 ton udang senilai USD 1,22 juta atau setara Rp 20,14 miliar. Pemerintah menargetkan lebih dari 200 kontainer dapat diekspor pada November 2025 dengan syarat telah memenuhi standar bebas Cesium.
Sertifikasi FDA untuk Udang Indonesia
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat secara resmi menetapkan Badan Mutu KKP sebagai Certifying Entity (CE) untuk sertifikasi bebas Cesium-137 pada produk udang. Penetapan ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang memperoleh mandat sertifikasi radiasi untuk sektor perikanan.
Langkah Strategis Pemerintah Indonesia
Menurut Doni Ismanto Darwin, Staf Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, pemerintah mengambil langkah strategis dalam menangani permasalahan ini. Tindakan yang dilakukan meliputi audit lapangan, perbaikan SOP, dan penguatan fasilitas laboratorium. Berkat upaya ini, Indonesia berhasil kembali menembus pasar AS dalam waktu relatif singkat, hanya 2-3 bulan.
Masa Depan Ekspor Udang Indonesia
Skema sertifikasi bebas Cesium-137 telah beroperasi penuh per 31 Oktober 2025. Pencapaian ini mengubah posisi Indonesia dari crisis reaction menjadi standard setting nation dalam industri perikanan global, membuka peluang ekspor yang lebih luas untuk produk perikanan Indonesia di masa depan.
Artikel Terkait
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng ke 33,2 Juta Penerima Jelang Ramadan 2026
Saint Kitts dan Nevis Datangkan Pelatih Baru, Tantangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Pesawat Hibah Garuda Diresmikan di Aceh untuk Simulasi Manasik Haji
Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan