Aksi Damai Ojol di Monas: 4 Tuntutan Utama Pengemudi Terkait Rancangan Perpres
Jakarta - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari komunitas URC Bergerak menggelar aksi damai di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Aksi ini menuntut keterlibatan aktif para mitra pengemudi dalam pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi online.
Penolakan Terhadap Kebijakan yang Merugikan
Dalam orasinya, perwakilan URC menyampaikan dua penolakan utama. Pertama, mereka menolak rencana pemotongan komisi sebesar 10 persen yang dinilai akan menurunkan penghasilan mitra secara signifikan. Kedua, mereka menolak pengaturan status kerja yang mengubah posisi mitra menjadi pekerja tetap karena dianggap menghilangkan fleksibilitas kerja yang menjadi ciri khas profesi ojol.
4 Poin Tuntutan Pengemudi Ojol
Berikut adalah empat tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi damai tersebut:
- Penolakan terhadap kebijakan komisi 10 persen
- Penolakan status karyawan tetap atau pekerja
- Pendorongan diskusi dengan perwakilan mitra yang benar-benar mewakili kepentingan pengemudi
- Penuntutan hadirnya payung hukum yang adil dan berpihak pada semua pihak
Respons Positif dari Pemerintah
Ahmad Bakrie, perwakilan URC, menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah, melainkan upaya memastikan regulasi yang akan diterbitkan tetap adil. Dalam aksi yang dihadiri 2.000-3.000 pengemudi dari Jabodetabek ini, perwakilan URC diterima langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.
Pemerintah menyatakan akan meninjau kembali isi rancangan Perpres dan melibatkan perwakilan komunitas ojol dalam pembahasan selanjutnya. Khasanah, perwakilan URC lainnya, mengkonfirmasi bahwa pemerintah memberikan respons positif atas aspirasi mereka, termasuk perhatian khusus terhadap ladies ojol.
Harapan untuk Masa Depan Ojol
URC berharap Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian terkait benar-benar mendengar aspirasi pengemudi ojol. Mereka menekankan pentingnya musyawarah dan keterlibatan semua unsur agar Perpres Ojol yang dihasilkan mencerminkan keadilan sosial dan keberlanjutan ekosistem transportasi daring di Indonesia.
Aksi ini juga menjadi bentuk solidaritas bagi seluruh pengemudi ojol, termasuk mengheningkan cipta untuk mengenang para pejuang ojol yang telah berpulang, sebagai simbol perjuangan panjang komunitas selama satu dekade.
Artikel Terkait
Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Jaga Uang Rakyat, Tak Ada Perlindungan Bagi Pelanggar Hukum
Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025 Lampaui Target, Capai 15,39 Juta
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Suap Percepatan Eksekusi Lahan
KPK Tangkap Ketua PN Depok Terkait Suap Pengurusan Lahan Rp850 Juta