Aksi Damai Pengemudi Ojol di Monas: 4 Tuntutan Utama Tolak Komisi 10%
Ribuan pengemudi ojek online atau ojol yang tergabung dalam komunitas URC Bergerak menggelar aksi damai di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Aksi ini digelar untuk menyuarakan aspirasi terkait pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi online.
Tuntutan Utama Pengemudi Ojek Online URC Bergerak
Dalam orasinya, perwakilan URC menegaskan pentingnya pelibatan langsung Mitra Pengemudi dalam pembahasan Perpres. Mereka menolak aturan yang disusun secara sepihak tanpa ruang dialog yang adil.
Berikut adalah 4 tuntutan utama aksi damai ojol URC Bergerak:
1. Menolak Pemotongan Komisi 10%
URC Bergerak menyampaikan keberatan keras terhadap rencana pemotongan komisi sebesar 10 persen. Kebijakan ini dinilai akan menurunkan penghasilan mitra pengemudi secara signifikan.
2. Menolak Status Karyawan Tetap
Para pengemudi juga menolak rencana pengaturan status kerja yang mengubah posisi mitra menjadi pekerja tetap. Perubahan status ini dianggap akan menghapus fleksibilitas kerja yang selama ini menjadi ciri khas profesi ojol.
3. Dorong Diskusi dengan Perwakilan Mitra yang Sah
URC Bergerak mendorong agar diskusi Perpres ojol dilakukan dengan perwakilan mitra yang benar-benar memahami dan mewakili kepentingan pengemudi di lapangan.
4. Tuntut Payung Hukum yang Adil
Komunitas ini menuntut hadirnya payung hukum atau Perpres yang adil dan berpihak pada semua pihak, termasuk para pengemudi.
Respons Pemerintah Terhadap Aksi Damai Ojol
Perwakilan URC, Ahmad Bakrie, menjelaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah. Ini adalah upaya untuk memastikan regulasi yang akan diterbitkan tetap adil bagi semua pihak.
Dalam aksi tersebut, perwakilan URC diterima langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro. Pihak istana menyatakan akan meninjau kembali isi rancangan Perpres dan melibatkan perwakilan komunitas ojol dalam pembahasan selanjutnya.
Perwakilan URC, Khasanah, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan respons positif atas aspirasi mereka. Surat tuntutan dari URC sudah diterima pihak istana dan akan disampaikan langsung kepada Presiden.
URC Bergerak berharap agar Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian terkait benar-benar mendengar aspirasi pengemudi ojol. Mereka menekankan pentingnya musyawarah dan keterlibatan semua unsur agar Perpres Ojol yang dihasilkan mencerminkan keadilan sosial dan keberlanjutan ekosistem transportasi daring di Indonesia.
Artikel Terkait
Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Jaga Uang Rakyat, Tak Ada Perlindungan Bagi Pelanggar Hukum
Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025 Lampaui Target, Capai 15,39 Juta
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Suap Percepatan Eksekusi Lahan
KPK Tangkap Ketua PN Depok Terkait Suap Pengurusan Lahan Rp850 Juta