110 Dapur Gizi Beroperasi di Bali, Target Tuntas 2026 Cegah Stunting

- Sabtu, 08 November 2025 | 06:40 WIB
110 Dapur Gizi Beroperasi di Bali, Target Tuntas 2026 Cegah Stunting

Percepatan Program SPPG di Bali: 110 Dapur Gizi Beroperasi, Target 2026

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Tigor Pangaribuan, melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk melaporkan perkembangan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klungkung.

Progress Pembangunan Dapur Gizi dan Capaian Penerima Manfaat

Dalam laporannya, Dr. Tigor mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 110 dapur gizi telah beroperasi di Bali. Empat dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan, dan satu lokasi lagi sedang dilakukan survei. Dari target awal yang mencakup 1.049.967 penerima manfaat, program ini telah menjangkau 275.127 orang. Pemerintah menargetkan seluruh dapur dapat beroperasi secara penuh pada Februari 2026.

Dukungan Gubernur Bali dan Harapan untuk Cegah Stunting

Dr. Tigor menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Koster karena program SPPG di Bali telah menunjukkan progres 30 persen. Kehadiran SPPG diharapkan dapat mempercepat pencegahan masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan stunting. Fokus program ini adalah pada pola asuh 3B, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum masuk PAUD.

Serapan Pangan Lokal Bali untuk Program Makan Bergizi Gratis

Merespons laporan tersebut, Gubernur Wayan Koster memberikan masukan penting. Beliau meminta agar pelaksanaan program SPPG juga mempertimbangkan antisipasi terhadap kemungkinan kekurangan bahan pangan. Gubernur menekankan perlunya peningkatan serapan pangan lokal Bali.

Koster mengusulkan agar bahan-bahan seperti sayuran, telur, ikan, ayam, dan buah-buahan hasil produksi lokal dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini. Menurutnya, hasil pertanian di Bali sudah sangat mencukupi untuk mendukung program tersebut.

Usulan strategis dari Gubernur Bali ini pun mendapat sambutan positif dari Dr. Tigor Pangaribuan dan jajaran Badan Gizi Nasional.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar