Bak Penampungan AQUA Subang: Solusi Air Bersih Berkelanjutan di Cikaret

- Jumat, 07 November 2025 | 18:00 WIB
Bak Penampungan AQUA Subang: Solusi Air Bersih Berkelanjutan di Cikaret

Bak Penampungan Air AQUA Subang: Solusi Air Bersih Berkelanjutan untuk Warga Cikaret

Program Corporate Social Responsibility (CSR) AQUA di Subang telah membawa dampak signifikan bagi ketersediaan air bersih masyarakat. Di Kampung Cikaret, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kasomalang, sebuah bak penampungan air hasil kolaborasi AQUA dengan Yayasan Pesat telah beroperasi selama 15 tahun, mengatasi kesulitan akses air bersih yang dialami warga setempat.

Transformasi Akses Air Bersih di Cikaret

Sebelum adanya infrastruktur ini, warga harus bersusah payah mengambil air dari mata air yang terletak jauh di lembah bawah perkampungan. Ketua Karang Taruna Kampung Cikaret, Sholeh, mengungkapkan bahwa inisiatif AQUA muncul sebagai respons terhadap kesulitan tersebut.

"Sumber mata air sebenarnya tersedia, namun posisinya berada di bawah. Warga harus menggunakan jerigen untuk mengambilnya dari lembah," jelas Sholeh.

Investasi Berkelanjutan untuk Masyarakat

Melalui program CSR-nya, AQUA mengalokasikan dana sebesar Rp 750 juta untuk pembangunan bak penampungan air di tanah wakaf milik kakek Sholeh. Fasilitas yang telah beroperasi selama 15 tahun ini kemudian diserahkan pengelolaannya kepada warga Cikaret.

Setelah melalui proses penyesuaian, pengelolaan bak penampungan akhirnya dipercayakan kepada Karang Taruna dengan pendampingan dari Yayasan Senyum untuk Negeri. Sistem pengelolaan partisipatif ini melibatkan seluruh warga, memastikan perawatan yang optimal dan penanganan kerusakan yang cepat.

Pengembangan Sistem Penyediaan Air

Untuk memenuhi kebutuhan 120 warga Kampung Cikaret, Karang Taruna menambah kapasitas penyimpanan dengan toren besar dari CSR Abah Oleh, melengkapi bak penampungan berkapasitas 4000 liter yang telah dibangun AQUA. Langkah ini memastikan distribusi air yang merata ke seluruh rumah warga.

Sistem penyedotan air dari sumber mata air menggunakan listrik 6000VA dengan biaya operasional sekitar Rp 600.000 per bulan. Untuk menutup biaya tersebut, warga membayar iuran pemakaian air sebesar Rp 2.000 per kubik, dengan pembayaran maksimal Rp 15.000 per bulan per rumah tangga.

Dampak Positif dan Keberlanjutan

Ketua RW Kampung Cikaret, Ade Majid, mengungkapkan keberhasilan pengelolaan sistem air bersih ini tercermin dari terkumpulnya kas komunitas sebesar Rp 24 juta. AQUA tetap memberikan pendampingan berkelanjutan, terutama untuk penanganan kerusakan besar.

"AQUA tidak hanya menyediakan akses air bersih, tetapi juga secara konsisten memberikan bantuan kurban pada Idul Adha, parcel lebaran per KK, serta pendampingan kelompok tani," tambah Ade.

Kontribusi AQUA Subang dalam Program WASH

Hingga saat ini, AQUA Subang telah mengimplementasikan program WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) di 18 titik lokasi sejak 2011, menjangkau 2.140 KK dengan total 11.131 penerima manfaat. Semua program melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan fasilitas air bersih, dengan 100% pengelolaan kini diserahkan kepada warga melalui Kelompok Pengelola Sarana Air Bersih (KPSAB).

Dari seluruh lokasi program, hanya 3 titik yang mengalami kendala akibat longsor atau masalah pengelolaan, menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam implementasi program akses air bersih berkelanjutan oleh AQUA di Subang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar