Mu'tasim juga menyatakan bahwa DEMA akan meminta evaluasi menyeluruh kepada LPPM selaku penanggung jawab kegiatan KKN. Ia menekankan pentingnya peningkatan sistem pengawasan, termasuk usulan satu dosen pembimbing untuk satu desa guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Kegiatan doa bersama dimulai pukul 19.10 WIB dan diisi dengan pembacaan puisi serta kesaksian langsung dari mahasiswa yang terlibat dalam proses evakuasi korban. Suasana haru pun menyelimuti kampus saat prosesi tabur bunga dan pemasangan foto para korban berlangsung.
M. Yuzrul Rizanul Muna, salah satu mahasiswa yang turut dalam evakuasi, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, para korban semula baru pulang dari sekolah dan sedang bermain air di area wisata sungai. Tiba-tiba, banjir bandang datang sekitar pukul 13.30 WIB dan menyurut enam mahasiswa ke dalam arus deras.
Dari total peserta KKN di lokasi, sembilan orang yang berada di tepi sungai berhasil menyelamatkan diri dan telah dievakuasi oleh pihak kampus.
Artikel Terkait
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret
Dua Pilot Tewas, Puluhan Luka dalam Kecelakaan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di Bandara LaGuardia
KPK Tunggu Hasil Tes Kesehatan untuk Kembalikan Yaqut ke Rutan