Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa target penjualan mobil 900 ribu unit pada akhir 2025 masih dapat tercapai. Keyakinan ini didasarkan pada dampak positif yang diharapkan dari beberapa pameran otomotif besar yang akan digelar.
"Meskipun tren penjualan kendaraan bermotor tahun ini belum sebaik tahun lalu, Gaikindo tetap mempertahankan target. Kami masih memiliki dua ekshibisi yang diharapkan dapat mendongkrak angka," ujar Putu di Makassar, Rabu (5/11).
Gaikindo meyakini bahwa pameran otomotif di penghujung tahun, ditambah dengan gencarnya promo dan peluncuran model baru, akan mampu memicu lonjakan pembelian kendaraan bermotor.
"Pertama, ada GIIAS Makassar dan kemudian Gaikindo Jakarta Auto Week. Kami berharap event-event ini, terutama Gaikindo Jakarta Auto Week, dapat memberikan stimulus yang luar biasa bagi masyarakat dan mendukung penjualan," lanjut Putu.
Data Penjualan dan Tantangan Mencapai Target
Berdasarkan data penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) Gaikindo, penjualan mobil pada September 2025 mengalami kenaikan tipis 0,5 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun, secara akumulatif dari Januari hingga September 2025, total penjualan tercatat 561.819 unit, atau turun 11,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Dengan sisa waktu tiga bulan, industri perlu menjual rata-rata 113 ribu unit per bulan untuk mencapai target 900 ribu unit. Angka ini menjadi tantangan tersendiri mengingat catatan bulanan sepanjang sembilan bulan ini berkisar di angka 60 ribuan unit, dengan pencapaian tertinggi pada Februari dan Maret yang menyentuh 72 dan 71 ribuan unit.
Gambaran Penjualan Mobil dalam Beberapa Tahun Terakhir
Dalam lima tahun terakhir, penjualan mobil domestik memang mengalami fluktuasi. Setelah terdampak pandemi, penjualan sempat membaik dari 887.702 unit (2021) menjadi 1.048.040 unit (2022). Namun, angka ini kembali turun pada 2023 menjadi 1.005.802 unit dan anjlok ke 866.348 unit pada 2024.
Menutup pernyataannya, Putu menegaskan, "Kami berupaya agar penjualan tidak jatuh terlalu dalam. Pada 2026 nanti, kami akan bekerja lebih keras dengan memperkenalkan lebih banyak pilihan dan teknologi terbaru kepada masyarakat."
Artikel Terkait
Harga Pangan Pokok Turun Dominan, Cabai dan Jagung Anjlok Signifikan
Prabowo dan Albanese Perkuat Kemitraan Pendidikan dan Ekonomi di Jakarta
DJP dan Bareskrim Perbarui Kerja Sama, Bekukan Aset Rp2,65 Triliun dari Pelanggar Pajak
Gempa Megathrust M 6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami