Dalam menghadapi konflik, Irfan menyarankan untuk tidak panik. Empati harus menjadi landasan utama dengan mengakui kesalahan, menerima, dan memvalidasi perasaan pihak terlibat terlebih dahulu.
"Pahami dulu penyebab kemarahan audiens, validasi perasaan mereka, baru jelaskan kembali. Penjelasan tanpa validasi justru dapat memperburuk situasi," jelasnya.
Kunci komunikasi efektif menurut CEO Infipop ini adalah kemampuan berempati yang akan membuat pesan lebih mudah diterima publik dan mencegah krisis komunikasi.
Artikel Terkait
Momentum Positif, Peluang 86%: Michael Carrick Kandidat Utama Kursi Pelatih Permanen MU
Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat
Kapolri Pantau Langsung Kesiapan Arus Balik Liburan dari Command Center Bali
Enam Tewas dalam Kecelakaan Minibus di Majalengka