Trump Yakin Arab Saudi Akan Ikut Perjanjian Abraham, Meski Saudi Tegaskan Syarat Palestina

- Selasa, 04 November 2025 | 03:20 WIB
Trump Yakin Arab Saudi Akan Ikut Perjanjian Abraham, Meski Saudi Tegaskan Syarat Palestina

Trump Yakin Arab Saudi Akan Bergabung Perjanjian Abraham, Meski Ada Penolakan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Arab Saudi pada akhirnya akan bergabung dengan Perjanjian Abraham untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Pernyataan ini terus diulang oleh Trump, meskipun Kerajaan Arab Saudi secara konsisten menolak untuk bergabung sebelum persyaratan utama mereka terpenuhi, yaitu terkait dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi CBS, Trump mengungkapkan optimisme tersebut. "Saya kira dia (Saudi) akan bergabung. Saya kira kita akan menemukan solusinya," ujar Trump, seperti yang dikutip pada Senin (3/11/2025).

Penegasan Arab Saudi dan Respons Trump

Keyakinan Trump ini diungkapkan sebagai respons atas pertanyaan mengenai pernyataan tegas Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). MBS sebelumnya menegaskan bahwa negaranya tidak akan ikut serta dalam Perjanjian Abraham tanpa adanya solusi dua negara yang mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Menanggapi hal itu, Trump memberikan jawaban yang terbuka. "Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi dua negara, itu akan bergantung pada Israel, orang lain, dan saya," katanya, menunjukkan bahwa bentuk solusi akhir masih bisa dinegosiasikan.

Pendekatan Trump Terhadap Netanyahu

Trump juga mengomentari dinamika hubungannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dia menyatakan bahwa dirinya tidak akan terus-menerus menekan Netanyahu untuk mengakui kedaulatan Palestina, sambil menyebut sang pemimpin Israel dalam kondisi "baik-baik saja."

Meski makna pernyataan "baik-baik saja" itu tidak dijelaskan secara rinci, Trump memuji Netanyahu sebagai pemimpin yang sangat berbakat dan sulit untuk didesak. "Dia adalah Perdana Menteri masa perang... Sebenarnya, orang seperti itulah yang dibutuhkan di Israel saat ini. Dia sangat penting," pungkas Trump, menegaskan dukungannya.

Komentar