FEKDI x IFSE 2025 Tegaskan Frugal Innovation Digital Penggerak Utama Ekonomi Inklusif
Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit Expo 2025 (FEKDI x IFSE 2025) telah resmi ditutup. Gelaran akbar ini menegaskan bahwa inovasi digital adalah penggerak utama dalam transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) di Indonesia. Kolaborasi dengan semangat whole of nation approach ini berhasil menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
BI Perkenalkan Konsep Frugal Digital Innovation
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa inovasi digital merupakan pilar fundamental dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pembayaran yang inklusif, cepat, mudah, aman, dan andal.
Perry pun memperkenalkan konsep kunci: Frugal Digital Innovation. Ini adalah inovasi yang memanfaatkan digitalisasi untuk menciptakan solusi tepat guna, efisien, dan mudah diimplementasikan.
"Kalau kita sebut frugal innovation, bagaimana bisa mendekatkan dari produsen ke konsumen. Penyederhanaan mata rantai sehingga semakin dekat," ujar Perry di Hall B JICC Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Digital Innovation Center untuk Wujudkan Kolaborasi Strategis
Perry juga menjelaskan bahwa inovasi BI berfokus pada peningkatan efisiensi, inklusivitas, dan keseimbangan antara inovasi dengan manajemen risiko. Untuk mendukung hal ini, BI berencana mengembangkan Digital Innovation Center (DIC).
DIC akan menjadi ruang kolaborasi strategis yang menghubungkan regulator, industri, pemerintah, akademisi, dan lembaga riset. Pusat inovasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi berdaya saing global dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui penguatan talenta digital.
Dukungan Pemerintah untuk Frugal Innovation di Sektor Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyepakati pentingnya inovasi ini. Zulhas menekankan bahwa mekanisasi teknologi, khususnya di sektor pangan, sangat krusial.
Menurutnya, frugal innovation adalah kunci dalam mengoptimalkan rantai nilai, terutama di sektor pertanian dan pangan, untuk mendongkrak efisiensi dan produktivitas secara signifikan.
“Biayanya sangat rendah dan meningkatkan produktivitas ekonomi kita. Dari petani sampai konsumen harganya juga rendah. Berbagai keterbatasan kita pecahkan melalui frugal innovation, yaitu melalui digitalisasi," tegas Zulhas.
Apresiasi untuk Semangat Kolaborasi Nasional
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengapresiasi komitmen seluruh pihak terhadap digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia. Ia menyoroti bahwa FEKDI x IFSE 2025 adalah manifestasi nyata dari semangat kolaborasi nasional.
"Acara ini kenapa menjadi kebanggaan kita? Karena ini menjadi suatu wadah dalam pengembangan digitalisasi di sektor keuangan ataupun non-sektor keuangan," ungkap Destry.
Acara penutupan juga diisi dengan casual talk bertema "Artificial Intelligence and Frugal Innovation: Jalan Baru untuk Pemberdayaan Ekonomi Inklusif," serta pengumuman pemenang QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) 2025 dan BI–OJK Hackathon 2025.
"Mari terus dukung sinergi, inovasi, dan inisiatif kebijakan dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital untuk bersama menuju Indonesia Emas 2045," tutup Destry.
Artikel Terkait
Wamenkes Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien karena Status BPJS Nonaktif
Produksi Gula Nasional 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Fondasi Menuju Swasembada
Dasco Ingatkan Kader Gerindra: Pertahankan Kemenangan Lebih Berat
KPK Periksa Rini Soemarno Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PGN