Mereka menambahkan lebih banyak tabung bambu yang menghasilkan berbagai macam nada.
Dalam satu set angklung, biasanya terdiri dari 16 hingga 24 tabung bambu yang disusun sesuai dengan tangga nada.
Angklung bukan hanya menjadi alat musik biasa, tetapi juga digunakan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, upacara adat, dan festival seni.
Di Jawa Barat terdapat tradisi peduli lingkungan dengan menggunakan angklung sebagai media penyampaian pesan-pesan untuk memelihara alam.
Melalui bunyi angklung, masyarakat mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menjadi sikap yang melekat pada kebudayaan Sunda.
Pencapaian terbesar angklung datang pada tahun 2010, ketika UNESCO mengakui angklung sebagai Warisan Budaya Dunia.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tentangguru.com
Artikel Terkait
Foxconn Catat Lonjakan Pendapatan 30% Didorong AI, tapi Waspadai Ancaman Geopolitik
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025
Harga Solar di Kamboja Melonjak 110% Akibat Konflik Timur Tengah