Pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp220 miliar untuk membangun kembali kawasan Batu Busuk di Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebagai bagian dari penanganan permanen hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji pascabencana galodo November 2025. Langkah ini merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatra Barat.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau kawasan terdampak bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang, Reski Wahyudi; Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi; dan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeini Isa, Jumat (21/8/2026).
Andre menegaskan bahwa pembangunan di Batu Busuk tidak hanya memperbaiki dampak bencana, tetapi juga mencegah bencana serupa di masa mendatang. "Anggaran ini bukan hanya untuk membangun check dam, bukan hanya membangun sungai. Ada normalisasi, ada pengerukan, ada penguatan tebing kiri-kanan," ujarnya.
Proses lelang untuk proyek ini sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada Oktober, dengan pengerjaan fisik dimulai November 2026. "Untuk Batu Busuk Rp220 miliar. Proses lelang sekarang berjalan. Oktober sudah ada pemenang lelang, dan November mulai kerja," kata Andre dalam keterangannya.
Pekerjaan di Batu Busuk akan berjalan beriringan dengan penanganan di Gunung Nago yang berada dalam satu kawasan DAS Kuranji. "Jadi bukan hanya Gunung Nago yang diselesaikan November 2026. Di Kuranji ini, di hulunya, Batu Busuk juga akan diselesaikan. Pemerintah Presiden Prabowo tidak tidur," imbuh Andre.
Percepatan penanganan pascabencana kali ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan pengalaman sebelumnya. Andre membandingkan, bencana 2012 baru mendapatkan penanganan permanen pada 2017, atau sekitar lima tahun setelah kejadian. Sementara bencana November 2025 yang skalanya sekitar lima kali lebih besar, penanganan permanennya sudah disiapkan pada 2026, hanya sekitar 11 bulan setelah bencana.
"Bencana November 2025 lima kali lebih besar dibandingkan 2012. Tetapi penanganan permanennya Oktober 2026. Dalam 11 bulan sudah bisa dilakukan penanganan permanen," kata Andre.
Selain Rp220 miliar untuk Batu Busuk, pemerintah pusat juga mengucurkan Rp175 miliar untuk Gunung Nago. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari paket dukungan besar untuk pemulihan Sumatra Barat, dengan total sekitar Rp19 triliun yang dicairkan secara bertahap. "Ini sengaja kita datang hari ini untuk menjelaskan, inilah komitmen Presiden Prabowo," ujarnya.
Prioritas Warga dan Pemulihan Lingkungan
Dalam dialog dengan masyarakat, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran karena hujan deras selama beberapa jam saja masih membuat mereka cemas. Mereka meminta agar titik-titik yang dinilai paling rawan dapat diprioritaskan.
Andre menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan hulu harus diikuti dengan pemulihan lingkungan. Karena itu, ia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang untuk melakukan penanaman kembali pohon di kawasan hulu DAS Kuranji.
Ia juga telah berkoordinasi dengan Kepala BP BUMN dan CEO Danantara, Muliaman Hadad, untuk menyiapkan anggaran TJSL BUMN guna mendukung penghijauan. "Saya sudah siapkan anggaran untuk menanam pohon di atas, di hulu. Yang botak-botak akibat pembalakan liar kita tanami kembali. Jadi pekerjaannya komprehensif dan menyeluruh," ujar Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Artikel Terkait
DPR Dorong Trase Bypass Bukittinggi Jadi Solusi Jalan Tol Sumbar
GOR Rawang Kembali Hidup, Lintasan Lari Baru Serbu Warga Pariaman
DPR Dorong Percepatan Lahan SPAM Palukahan Senilai Rp400 Miliar
Pemerintah Pastikan Jembatan Anduriang Dibangun dengan APBN, Normalisasi Sungai Rp 218 Miliar