Menkop: Koperasi Bukan Sekadar Badan Usaha, Tapi Gagasan Ekonomi Kebersamaan

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:10 WIB
Menkop: Koperasi Bukan Sekadar Badan Usaha, Tapi Gagasan Ekonomi Kebersamaan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha biasa. Menurutnya, koperasi merupakan wujud nyata dari gagasan ekonomi yang dibangun di atas fondasi kebersamaan dan gotong royong.

Pernyataan itu disampaikan Ferry dalam acara Koperasi Awards 2026 yang digelar di Hotel St Regis, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026) malam. Acara tersebut turut dihadiri oleh keluarga besar Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.

Kehadiran keluarga Bung Hatta, sapaan akrab Mohammad Hatta, dinilai Ferry memberikan makna mendalam bagi insan koperasi. Ia mengingatkan kembali filosofi dasar koperasi yang pernah diletakkan oleh Bapak Koperasi Indonesia tersebut.

"Ini mengingatkan kita pada satu hal yang penting bahwa koperasi memang bukan sekadar badan usaha, tapi gagasan tentang bagaimana ekonomi dibangun melalui kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan manfaat untuk masyarakat," ujar Ferry dalam sambutannya.

Menurut Ferry, nilai-nilai tersebut tetap relevan hingga saat ini. Melalui Koperasi Awards 2026, pihaknya memberikan apresiasi kepada insan koperasi yang telah menunjukkan dedikasi dan inovasi di tengah dunia yang terus berubah.

"Dan penghargaan ini bukan sekadar tentang siapa yang menerima penghargaan, tapi juga pengakuan terhadap mereka yang konsisten bekerja dan tentu adalah melanjutkan cita-cita dari Bung Hatta," imbuhnya.

Dorong Koperasi Perkuat Diri

Dalam kesempatan itu, Ferry menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi saat ini memiliki tanggung jawab besar dalam membina sekitar 130 ribu koperasi yang sudah ada. Ia mendorong agar koperasi menjadi alat untuk mengonsolidasikan potensi masyarakat, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Kita ingin koperasi hadir dekat dengan masyarakat dan juga menjadi alat untuk mengonsolidasikan potensi masyarakat dan juga dengan program yang oleh Bapak Presiden, termasuk program prioritas nasional, adalah tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ungkapnya.

Ferry menyatakan bahwa tolok ukur kesuksesan koperasi ke depan tidak boleh hanya dilihat dari sisi administratif atau besarnya organisasi semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

"Saya ingin keberhasilan koperasi tidak lagi diukur, bukan hanya diukur dari seberapa besar organisasinya, tapi juga manfaatnya terhadap masyarakat. Dan di situlah sebenarnya semangat Bung Hatta menemukan relevansinya kembali hari ini," tutur Ferry.

Karena itu, ia mengajak seluruh gerakan koperasi di tanah air untuk melakukan modernisasi agar mampu bersaing dan memberikan andil besar bagi perekonomian nasional bersama BUMN dan sektor swasta.

"Kepada seluruh gerakan koperasi di Indonesia, mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan kerja nyata dan memperkuat serta memodernisir koperasi di Indonesia," ucap Ferry.

"Mari kita lanjutkan cita-cita besar Bung Hatta dan para pendiri bangsa, kuatkan gerakan koperasi di Indonesia dan kita wujudkan koperasi yang sehat, mandiri, profesional, serta mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat," pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Menteri Hukum Supartman Andi Agtas, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Ketua Komite IV DPD RI AA Ahmad Nawardi. Hadir pula Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan, serta Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung RI Reda Manthovani.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags