Fenomena mobil listrik Hyundai IONIQ 5 yang mengalami aki tekor setelah diparkir paralel dalam waktu lama menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang pengguna membagikan pengalamannya, memicu pertanyaan publik: apakah kendaraan listrik (EV) rentan mengalami masalah kelistrikan jika terlalu lama diparkir dalam posisi transmisi netral?
Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aam Muharam menjelaskan, parkir paralel dalam kondisi transmisi netral (N) dalam waktu lama dapat menguras daya aki 12 Volt. "Jangan kelamaan karena jika dalam waktu lama posisi (N) di mana sistem komputer dan shifter elektronik terus aktif, dapat menguras daya aki kecil (12V) hingga habis total. Ini berimbas ke sistem kelistrikan lainnya," jelasnya kepada kumparan, Kamis (20/8).
Menurut Aam, kondisi tersebut berkaitan dengan sistem yang digunakan masing-masing pabrikan. Pada beberapa mobil, tersedia mekanisme atau tombol tertentu untuk mematikan sistem kelistrikan. Sementara pada kondisi tertentu, sistem justru perlu tetap berada dalam mode siaga agar fungsi netral dapat dipertahankan. "Dalam posisi itu (parkir paralel posisi transmisi netral) tepatnya mode siaga atau stand by. Kalau sampai off nanti komputer malah error," tambahnya.
Hal ini diperkuat oleh buku manual Hyundai IONIQ 5 halaman 594 bab 8 bagian 20. Saat hendak mematikan kelistrikan dan transmisi pada posisi netral (N), tombol Start/Stop akan berada pada posisi ACC. Kondisi itu membuat kelistrikan masih aktif sehingga daya aki 12 Volt terkuras saat kendaraan dibiarkan dalam waktu lama.
Pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar, menerangkan bahwa parkir paralel sebenarnya merupakan opsi darurat untuk melepaskan parking brake supaya bisa dipindahkan. "Sebenarnya mobil EV tidak bisa merilis parking brake dan posisi (N). Itu sebenarnya buat emergency karena di luar negeri tidak boleh parking loss seperti itu. Makanya kalau isu itu namanya towing mode," ungkapnya.
Dijelaskannya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada EV. Kendaraan yang menggunakan electronic shifter pun memiliki karakter serupa sebab perpindahan posisi gigi tidak lagi sepenuhnya mengandalkan fungsi mekanis. Dalam kondisi normal, ketika mobil dimatikan, sistem akan mengunci kendaraan ke posisi (P). Sementara jika berada di posisi (N) melalui towing mode, sistem elektronik tetap bekerja di latar belakang untuk mempertahankan posisi tersebut. Hal ini membuat komponen elektronik tetap mengambil daya dari aki 12 volt.
"Kalau dia masih dalam towing mode, artinya baterai gedenya itu akan diisolasi. Jadi artinya baterainya itu nggak bisa mengisi aki. Meski semua EV itu bisa dibuat netral, peruntukannya memang bukan buat parkir paralel dalam waktu yang sangat lama," lanjutnya.
Respons Hyundai Motors Indonesia
Di sisi lain, Hyundai Indonesia telah merespons kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. "Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami. Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan," ujar Head of Public Relations & Brand Interactive HMID, Rouli Sijabat, dalam keterangan resmi kepada kumparan.