Menpar: Konser Internasional Terbukti Beri Efek Berganda bagi Ekonomi RI

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35 WIB
Menpar: Konser Internasional Terbukti Beri Efek Berganda bagi Ekonomi RI

Penyelenggaraan konser musik berskala internasional terbukti memberikan efek berganda yang signifikan bagi perekonomian nasional. Dampaknya terasa mulai dari peningkatan kunjungan wisata, perputaran uang miliaran rupiah, hingga penguatan kapasitas pelaku industri kreatif di dalam negeri.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa perhelatan musik kelas dunia berfungsi sebagai motor penggerak rantai ekonomi pariwisata yang melibatkan banyak sektor turunan secara masif. "Bagi sektor pariwisata, events seperti ini merupakan demand generator yang mengaktifkan rantai aktivitas ekonomi, terutama melalui transaksi pembelian tiket, sewa fasilitas, hotel, konsumsi kuliner, serta aktivitas produksi oleh vendor dan pelaku industri," ujarnya dalam konferensi pers di JIEXPO, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Salah satu perhelatan yang tengah menyita perhatian adalah pertunjukan musisi dunia Andrea Bocelli yang digagas promotor Shoemaker Studios di dua lokasi, yakni Candi Borobudur dan Jakarta. Acara ini mempertemukan kekayaan warisan budaya Indonesia dengan fasilitas kota modern yang dinamis dan terbuka untuk ajang internasional.

Dampak ekonomi dari agenda pariwisata ini juga tercermin lewat program unggulan Events by Indonesia. Sepanjang 1 Januari hingga 31 Juli 2026, Kementerian Pariwisata telah mendukung 105 events yang sukses menarik lebih dari 6,47 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 11.000 UMKM, serta menyerap 184.000 lebih pekerja seni dan komunitas dengan estimasi perputaran uang menembus Rp1 triliun.

Menyoroti target dukungan terhadap total 206 events hingga akhir 2026, Widiyanti menilai keberhasilan agenda-agenda tersebut menjadi modal kuat bagi promosi destinasi tanah air. "Capaian yang besar untuk events yang masing-masing hanya berlangsung beberapa hari saja. Selain memperkuat brand sebuah destinasi, events juga memberikan kontribusi dalam penciptaan lapangan kerja," jelasnya.

Dampak positif panggung internasional tidak hanya dirasakan di sektor pariwisata, tetapi juga merambah ke ekosistem industri kreatif. Kehadiran musisi global membuka ruang pertukaran pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus menjadi ajang transfer teknologi dan standar kerja bagi para profesional di balik panggung.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memaparkan bahwa pengalaman berstandar internasional menjadi faktor krusial dalam mendongkrak daya saing sumber daya manusia di tanah air. "Mulai dari tim produksi, stage management, artist management, hingga audio dan lighting engineer, berbagai profesi backstage dapat memperoleh pengalaman langsung dari standar produksi internasional. Transfer of knowledge seperti inilah yang akan memperkuat kualitas talenta dan daya saing industri musik Indonesia ke depan," tuturnya.

Menurut Riefky, musik bertindak layaknya lokomotif yang menarik gerbong subsektor kreatif lainnya untuk ikut tumbuh, mulai dari fesyen, kuliner, kriya, seni pertunjukan, desain, fotografi, videografi, periklanan, hingga konten digital.

Menyadari potensi strategis tersebut, pemerintah telah menempatkan industri musik dalam peta jalan pembangunan nasional melalui Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional (Perpres Rindekraf) yang ditandatangani pada 2 Juli lalu. Riefky menambahkan bahwa payung hukum ini mempertegas peran sentral seni musik dalam menggerakkan perekonomian secara menyeluruh. "Melalui Perpres Rindekraf, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan musik sebagai salah satu subsektor prioritas karena terbukti memberikan multiplier effect terhadap tenaga kerja, peningkatan investasi, ekspor, dan kontribusi PDB dari sektor ekonomi kreatif," urainya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags